Penjara di Lereng Gunung Slamet Segera Dibangun

Relokasi Lapas Pekalongan

Saat ini memasuki tahap penyediaan lahan yang akan menempati lahan milik pemerintah di lereng Gunung Slamet.

Napiter pindahan dari Lapas Pekalongan tiba di Lapas Kendal, Senin (28/5) lalu. Foto: edi prayitno

 

SEMARANG – Proyek relokasi bangunan Lapas Kelas II A Pekalongan ditargetkan akan mulai dikerjakan pada April nanti. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah mengklaim telah mendapat kucuran dana proyek pembangunan relokasi Lapas Pekalongan dari Menkumham, belum lama ini.

“April nanti Insyaallah tanah yang dipakai untuk relokasi lapasnya setelah diserahkan kepada Kemenkumham, lalu akan dilanjutkan pembangunan fisik. Dari kementerian sudah menganggarkan untuk dana pembangunannya,” tutur Heni Yuwono, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Jawa Tengah, saat dikontak metrojateng.com, Jumat (22/2/2019).

Heni mengatakan bangunan lama Lapas Pekalongan saat ini sudah dikosongi. Sebab, kondisi bangunannya sedang dibenahi oleh para petugas lapas pasca banjir bandang yang menerjang lapas tersebut pertengahan Januari kemarin.

“Tahanan Lapas Pekalongan sekarang sudah dititipkan ke rutan terdekat, yakni di Brebes, Semarang, Batang dan Slawi. Semua sel tahanannya sudah dikosongi,” tukasnya.

Sedangkan untuk proyek relokasi lapasnya, lanjutnya, kini sudah memasuki tahapan penyediaan lahan. Lahan yang akan ditempati berasal dari aset tanah milik Pemkab Pekalongan.

Lahan yang sudah disiapkan berlokasi di lereng Gunung Slamet wilayah Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

“Kalau sudah clear penyerahan aset lahannya, nanti baru dibangun untuk bangunan relokasi Lapas Pekalongan,” bebernya.

Lebih jauh lagi, Heni menyatakan proyek pembangunannya bakal dikerjakan bertahap. Ia menargetkan peletakan batu pertama harus sudah bisa dilakukan tahun ini. Agar pemasangan fondasi dapat dikerjakan secepatnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.