Pengurus Partai Berkarya Jateng Tak Ikuti Instruksi Pimpinan Partai soal Film G30S/PKI

Kita tidak ada uangnya. DPP tidak ngasih dana kepada kita.

SEMARANG- Sejumlah kader Partai Berkarya masih bimbang untuk menjalankan instruksi Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto sebagai ketua umum, yang memerintahkan pemutaran film berjudul “Penumpasan Pengkhianatan 30S/PKI”.

Ilustrasi nonton bareng PKI.Foto: metrojateng.com

Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Tengah, Suwito mengatakan, tidak ada sokongan dana dari dewan pimpinan pusat partainya di Jakarta.

“Memang jajaran pengurus pusat telah mengeluarkan instruksi kepada kader-kadernya tingkat daerah untuk memutar film itu. Tetapi sampai sekarang kita belum dapat surat tembusan dari Jakarta. Lagian kalaupun mau mutar film tersebut, dananya dari mana. Kita tidak ada uangnya. DPP tidak ngasih dana kepada kita,” kata Suwito ditemui di kantornya, Jalan Muradi, Kalibanteng, Semarang Barat, Sabtu (29/9/2018).

Ia berdalih kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi tahun lalu terkait acara nonton bareng yang digelar TNI. “Yang jelas kita enggak dapat instruksi dari DPP. Jadinya kita tidak berani memerintah ke DPD-DPD kabupaten dan kota,” sergahnya.

Ia pun menganggap sebenarnya film itu, masih layak diputar ulang di masa kini. Sebab ia mengklaim itu telah jadi program pemerintah terdahulu sejak zaman Presiden Kedua RI, Soeharto.

Sehingga ketika pemutaran film itu ditiadakan maka menimbulkan pertanyaan besar.

“Kenapa sekarang film tersebut ditiadakan. Ini yang patut dipertanyakan. Karena awal mula peristiwa kelam di Indonesia diawali tahun 1965 silam. Maka rencana pemutaran film tersebut tidak cuma dari partai kita saja. Tapi dari seluruh bangsa Indonesia,” paparnya.

Ia menduga penghentian pemutaran film itu dilakukan setelah munculnya pemerintahan Jokowi-JK.

“Saya enggak berani ngomong banyak untuk menghindari konflik. Apalagi partai kita tidak pro pemerintah,” tutupnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.