Penghuni Sunan Kuning Geram saat Rekonstruksi Pembunuhan Ninin

Pelaku rajin menyambangi Sunan Kuning dan terakhir sempat tepergok mencuri helm di salah satu wisma.

SEMARANG – Sejumlah warga yang tinggal di Lokalisasi Sunan Kuning, Kalibanteng Kulon naik pitam tatkala melihat D, seorang remaja berusia 15 tahun menjalani proses rekonstruksi pembunuhan di Wisma Mr Classic Jalan Argorejo III, Selasa (18/9/2018).

Proses rekonstruksi pembunuhan seorang pemandu lagu di Lokalisasi Sunan Kuning, Selasa (18/9/2018). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Sejak pagi warga berjejer di pinggir jalan untuk melihat dari dekat tiap reka adegan yang diperagakan pelaku saat menghabisi nyawa Ayu Sinar Agustin alias Ninin, (25), warga Patebon Kendal di wisma tersebut. Mereka melihat dari balik garis polisi yang dipasang di ruas Jalan Argorejo III.

Bahkan, beberapa warga yang tak bisa menahan emosinya berulang kali melontarkan kata-kata umpatan atas rasa kesal mereka saat tahu rekan seprofesinya dibunuh secara sadis oleh pelaku.

“Nek wani buka topenge. Hukum mati aja pak. Hukum mati!,” teriak seorang perempuan paruh baya sembari disusul makian dari rekan-rekannya.

Shinta, seorang pemandu karaoke setempat mengaku tak habis pikir dengan ulah D yang nekat membunuh Ninin di Wisma Mr Classic. Menurutnya Ninin merupakan temannya yang berperilaku baik meski dikenal cenderung pendiam.

“Orangnya baik kok. Memang pendiam dia. Tapi saya sebagai teman dekatnya Ninin enggak terima dengan kejadian ini. Pelakunya harus dihukum seberat-beratnya,” kata wanita berparas ayu itu menahan kesal.

Shinta bilang sebelum ditemukan meninggal, Ninin sudah tinggal di wismanya sekitar setahun terakhir. Sebelumnya Ninin menghuni salah satu wisma di bagian atas Bukit Argorejo.

Setahu dia, pelaku nekat menyambangi Wisma Mr Classic saat jam operasional lokalisasi melebihi batas waktu. Seharusnya semua pemandu karaoke berhenti melayani tamunya maksimal pukul 23.00 WIB malam. Akan tetapi pelaku datang di atas pukul 24.00 WIB dini hari.

“Dia kan datangnya pas jam dua belas malam, Mas. Makanya kita semua yang tinggal satu wisma enggak tahu pelaku itu dapat izin masuk dari siapa,” cetusnya.

Dari selentingan kabar yang beredar, ia mengetahui bila pelaku sering menyambangi Sunan Kuning. Terakhir pelaku sempat tepergok mencuri helm di salah satu wisma.

“Sempat konangan nyolong helm terus dikejar dia sudah lari. Usianya baru 15 tahun kok kelakuannya senekat itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Barat Kompol Donny Listianto menyatakan telah merampungkan 29 reka adegan atas kasus pembunuhan terhadap Ninin di wisma tersebut.

“Kita semakin perjelas peran-peran pelaku. Totalnya ada 29 adegan. Ketika kejadian pelaku mencekik korban itu ada di reka adegan nomor 10 dan 11,” tutupnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.