Pengelola RS Muhammadiyah Talangi Operasional dari Pinjaman Bank

Waktu penulasan berbeda antara satu rumah sakit dengan lainnya.

SEMARANG- Sejumlah rumah sakit yang berada dibawah naungan Muhammadiyah wilayah Jawa Tengah terpaksa sempat mencari pinjaman kepada perbankan umum untuk menyiasati klaim BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Semarang, Bimantoro memberikan penjelasan kepada wartawan terkait pembayaran tunggakan rumah sakit, di kantornya Jalan Sultan Agung, Kota Semarang, Rabu (26/9/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, M Tafsir mengatakan, BPJS Kesehatan menunggak pembayaran klaim di beberapa rumah sakitnya dengan jangka waktu yang bervariasi.

“BPJS Kesehatan belum bayar klaimnya mulai dua sampai empat bulan. Tentunya hal ini memberatkan kita,” kata Tafsir kepada metrojateng.com, Rabu (26/9/2018).

Jumlah tunggakan BPJS di 32 rumah sakit yang dikelola Muhammadiyah maupun organisasi wanita Aisyiah di Jawa Tengah saat ini mencapai Rp 300 miliar. Tunggakan itu bervariasi setiap rumah sakit mulai Rp 1 miliar sampai Rp 48 miliar.

“Nah, waktunya (pelunasan) tidak sama antara satu rumah sakit dengan lainnya. Bisa jadi ada yang hari ini cair, lusa dan sebagainya. Malahan untuk menutupi dana operasionalnya, beberapa rumah sakit milik kita harus pinjam ke bank untuk dana talangan tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Lunasi Tunggakan 20 RS di Semarang dan Demak

Agar dana pinjaman dapat cair lebih cepat, pihaknya sudah memfasilitasi agar bank-bank bisa memberikan proses layanan khusus. “Prosesnya bisa kredit lunak dan sebagainya. Agar lebih pada proses pencairannya yang dipercepat,” tandasnya.

Kepala BPJS Kesehatan KCU Semarang, Bimantoro mengatakan, tunggakan tersebut mulai dibayar pada Selasa (26/9/2018) kepada 20 rumah sakit dari 25 rumah sakit di wilayah Semarang dan Demak. Sedangkan lima rumah sakit lainnya saat ini dalam proses menunggu antrean pembayaran menggunakan pencairan dana pada tahap selanjutnya. (far).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.