Peneliti Lingkar Madani: Kalau Memang Tidak Mampu Silakan Mundur

Polemik Bulog vs Kemensos

Mestinya Buwas mencari tahu alasan dan faktor yang dihadapi Bulog.

SEMARANG – Sejumlah kalangan terus mengecam sikap Dirut Bulog, Budi Waseso yang dinilai bertindak arogan. Buwas seperti diketahui mengancam mundur jika bantuan pangan non tunai tidak dikelola oleh Bulog.

“Bagus juga kalau mundur. Tetapi tunjukkan dong, apa dia merasa tidak bisa koordinasi, tidak dihargai pekerjaannya dan jabatannya, atau kenapa? Kalau memang tidak mampu ya silakan saja mundur, buat apa juga jabatan tetapi tidak bisa efektif?,” kata Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti, Sabtu (6/7).

Menurut Ray, mestinya Buwas mencari tahu alasan dan faktor yang dihadapi Bulog. Jika semua langkah sudah dilakukan, kata Ray, namun ia tetap merasa tidak bisa menjalankan perannya, maka mundur dari jabatan juga bisa dilakukan.

Ray menambahkan, dari pengalaman pekerjaan Buwas di bidang penegakan hukum, sebenarnya yang diharapkan adalah kepiwaian memberantas mafia pangan. Sehingga peran Bulog bisa lancar.

Sementara itu, Politikus Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, menilai harusnya Buwas tidak perlu marah hingga mengancam untuk mundur. Ia menyayangkan sikap Buwas seperti itu malah seakan main ancam kepada Presiden Jokowi.

“Ngancam-ngancam presiden mau mundur itu tidak benar, kalau mau mundur ya mundur saja enggak usah ngancam-ngancam. Yang enggak suka mundur, ngapain ngancam-ngancam. Kayak yang dibutuhkan amat enggak boleh begitu juga,” cetusnya.

Buwas harus mampu berkoordinasi dengan kementerian sosial. Menurutnya, memang tugas Kemensos untuk membagikan kepada masyarakat.

“Nah, bulog itu menyediakan barang untuk dibagikan oleh Mensos. Itulah koordinasinya, bukannya Bulog yang membagikan sendiri. Setiap kementerian itu harusnya saling koordinasi, karena saling terkait. Jangan ego sektoral yang dikedepankan,” bebernya.

Sedangkan, pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menganggap perilaku Buwas kurang etis dengan mengancam pihak-pihak yang mempercayakan jabatan itu padanya. Buwas semestinya menjabarkan kendala-kendala apa yang tidak mampu dihadapinya. Juga, melakukan introspeksi atas kinerjanya di Bulog.

“Tidak perlu ada kata mundur, harusnya koordinasi. Harusnya dalam menjalankan tugas kenegaraan tidak boleh baper (bawa perasaan),” pungkasnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.