Penderita HIV/AIDS Bisa Berobat Gratis dan Dirahasiakan Identitasnya

Sejumlah puskesmas dan rumah sakit menyediakan layanan pemeriksaan, pengobatan, hingga pendampingan kepada penderita HIV/AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono. Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

 

SEMARANG – Angka penyebaran kasus HIV/AIDS di Kota Semarang sangat memprihatinkan, setiap tahunnya rata-rata ditemukan 500 penderita baru. Namun begitu, Dinas Kesehatan Kota Semarang mempunyai target untuk tetap bisa mewujudkan tiga zero pada tahun 2030 mendatang.

‘’Tiga target zero tersebut, yaitu tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian karena HIV/Aids, dan tidak ada diskriminasi penderita HIV/AIDS,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Widoyono, Jumat (15/3/2019).

Untuk itu, Dinas Kesehatan telah menyiapkan berbagai macam fasilitas untuk merealisasikan target ini. Mulai dari puskesmas dan rumah sakit sebagai tempat pemeriksaan, pengobatan, hingga pendampingan kepada penderita.

‘’Fasilitas di Kota Semarang sudah banyak, di setiap puskesmas ada tempat pemeriksaan namun belum semua membuka pendampingan pengobatan,’’ kata Widoyono.

‘’Kami mengimbau kepada warga yang berpotensi menderita, untuk memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas setempat. Gratis dan jaminan kerahasiaan,’’ imbuhnya.

Untuk pengobatan, Widoyono menyebutkan sudah ada empat puskesmas yang membuka pendampingan pengobatan, yaitu Puskesman Poncol, Puskesmas Halmahera, Lebdosari, dan Bandarharjo.

Sementara untuk rumah sakit ada tujuh RS di Kota Semarang yang sudah menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan. (duh)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.