Pencopotan Baliho Prabowo-Sandi Disanggah Wali Kota Semarang

Satpol PP maupun OPD di Kota Semarang merupakan bagian dari birokrasi yang bersikap netral.

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan seluruh jajarannya netral dalam pemilu 2019. Termasuk Satpol PP Kota Semarang yang dituding seolah memihak salah satu pasangan capres-cawapres.

Relawan Prabowo-Sandi, Habibah di depan rumahnya Jalan Dr Sutomo, Kota Semarang, Jumat (21/12/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Penegasan Hendi itu, sapaannya, menjawab adanya tudingan melalui pesan berantai di media sosial Facebook dan WhatsApp. Satpol PP Kota Semarang telah melakukan aksi sporadis membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan capres dan cawapres nomer urut dua, Prabowo-Sandiaga Uno.

“Rekan-rekan kami yang ada di Satpol PP maupun OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya, merupakan bagian dari birokrasi yang bersikap netral, namun aktif dan tidak berpihak,” tegasnya, Jumat (21/12/2018).

Hendi telah meminta konfirmasi langsung kepada Kepala Satpol PP Kota Semarang. Tidak ada peristiwa seperti yang ada dalam pesan berantai tersebut. Meski netral, dirinya tetap meminta seluruh OPD untuk aktif mengajak masyarakat menggunakan hak suaranya nanti di Tempat Pemungutan Suara atau TPS.

BACA JUGA: KPU Kota Semarang Bantah Pelaporan Baliho Prabowo-Sandi

Seluruh OPD termasuk Satpol PP diminta selalu menjalankan tugasnya sesuai regulasi. Artinya, tidak akan ada aksi penertiban APK oleh Satpol PP apabila tidak ada regulasi dan instruksi yang jelas.

“Maka kalau tiba-tiba mereka (Satpol) misalnya melakukan pembersihan, pasti disitu ada Bawaslu Kota Semarang, pasti sudah koordinasi juga dengan KPU Kota Semarang,” katanya.

Adapun petikan dari pesan berantai di media sosial tersebut, bunyinya adalah:

Perkenalkan beliau Bu Habibah, istri Prof Amanullah, dokter spesialis saraf di Semarang. Beberapa hari lalu beliau pasang spanduk dukungan ke Prabowo-Sandi di pagar depan rumah beliau.

Suatu ketika Satpol PP Kota Semarang merazia spanduk tersebut, ketika Bu Habibah mengetahuinya, dikejarlah rombongan Satpol PP tersebut lalu beliau mengajukan protes. Karena tidak ditanggapi oleh Satpol PP, beliau ke KPU dan Bawaslu Kota utk ajukan protes.

Selang beberapa hari karena dirasa protesnya tidak dihiraukan, beliau lalu pasang dua baliho besar di depan rumahnya, dan sejak pagi tadi sampai siang hari, beliau berdiri di pinggir jalan sambil acungkan 2 jari ke arah pengendara kendaraan yg lewat”.

BACA JUGA: Tak Kapok Spanduk Dicopot, Relawan Prabowo Pasang Baliho Permanen

Dalam pengamatan di lapangan, reporter metrojateng.com menemui Habibah dan kondisinya masih sama seperti dalam pesan berantai. Ia berdiri di depan rumah sembaru mengacungkan dua jari ke arah jalan raya.

“Saya juga menerima pesan berantai tersebut. Namun saya tidak yakin dan saya tanyakan ke Kepala Satpol PP dan memang tidak ada peristiwa itu,” imbuh Hendi. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.