Penanganan Bencana Butuh Sinergi TNI-Polri

TNI dan Polri akan senantiasa menjadi pemersatu dan pendorong seluruh komponen bangsa

MAGELANG – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan pentingnya sinergitas antara TNI dan Polri dalam menangani bencana yang akhir-akhir ini sering terjadi di Indonesia. Sinergitas sangat diperlukan untuk memberikan pertolongan pada para korban bencana.

Panglima TNI menyematkan tanda pangkat kepada taruna. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Akhir-akhir ini negeri kita dilanda bencana yang merenggut korban harta benda dan jiwa rakyat. Untuk menanganinya, dibutuhkan sinergi TNI dan Polri serta seluruh komponen bangsa, untuk meringankan penderitaan para korban,” ujar Panglima TNI saat memimpin upacara wisuda prajurit taruna dan bhayangkara Dua Taruna, di lapangan Sapta Marga Akademi Militer  (Akmil) Magelang, Kamis (1/11/2018).

Panglima TNI mengingatkan, untuk penanganan bencana dibutuhkan kerja sama seluruh kementerian, lembaga  dan komponen bangsa lainnya. “Oleh karena itu, TNI dan Polri akan senantiasa menjadi pemersatu dan pendorong seluruh komponen bangsa dalam berkolaborasi membangun Indonesia,” katanya.

Wisuda prajurit taruna dan Bhayangkara Dua Taruna diikuti 776 prabhatar, terdiri dari 519 prajurit taruna Akademi TNI (darat, Laut, Udara) dan 257 bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian. Upacara wisuda ini sebagai tradisi yang dinamakan wisuda jurit, yang menandai akhir masa pendidikan dasar integrasi kemitraan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian tahun akademik 2018.

Hadir dalam upacara seluruh Kepala staf angkatan (KSAD, Kasal dan Kasau), Gubernur Akpol dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Panglima TNI juga mengatakan, pendidikan dasar dimaksudkan agar taruna-taruni memiliki pengetahuan dan keterampilan, profesi keprajuritan serta kesamaptaan jasmani untuk dapat mengikuti latihan dasar lanjutan di akademi angkatan dan akademi kepolisian.

“Kita berikan latihan dasar ini secara bersama-sama, agar para taruna dan taruni memiliki sikap dan perilaku keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Para taruna merupakan pemuda dan pemudi pilihan yang disiapkan menjadi calon pimpinan TNI dan kepolisian pada masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menyematkan pangkat prajurit taruna dan bhayangkara dua taruna kepada lulusan terbaik tiap matra. Untuk matra darat terbaik di raih Darys Raditya Rizal, taruni terbaik Nathasya Melyana.

Matra Laut taruna terbaik Dwijan Budi dan taruni Rahil Rahma Vinia. Selanjutnya matra Udara taruna terbaik diraih Teddy Ardika Ramadhani dab taruni oleh Monica Made Aprilian. Sedangkan Akademi Kepolisian taruna terbaik diraih Rivaldi Mahardika dan taruni Nora Septiana.(MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.