Pemuda Ambil Paket Kardus, Diperiksa Polisi Ternyata Isinya Ganja

Dua orang ditangkap, diduga mereka terlibat jaringan pengedar narkoba jenis ganja di Kota Semarang.

Ilustrasi. (pixabay.com)

 

SEMARANG – Dua orang warga Semarang Timur berinisial TY dan RS ditangkap Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng. Keduanya diduga terlibat jaringan pengedar narkoba jenis ganja. Barang bukti yang disita dari dua orang tersebut adalah 2 kilogram ganja kering yang dikemas dalam kardus.

Direktur Resnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Wachyono, mengatakan dua orang tersebut ditangkap pada hari Rabu (27/2/2019) lalu. Penindakan dilakukan setelah petugas Ditresnarkoba Polda Jateng menerima informasi terkait pengiriman ganja di wilayah Kota Semarang. Petugas langsung menindaklanjuti dan menggerebek dua orang yang mengambil paket kardus berisi ganja.

“Kami sudah lama mengintainya. Begitu ada informasi langsung dilakukan penggerebekan. Saat digeledah ditemukan barang bukti ganja kering dalam kemasan kardus,” katanya saat dihubungi via telepon, Senin (4/3/2019) malam.

Dua orang tersebut saat ini masih diperiksa oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Jateng. Pemeriksaan tersebut untuk mencari tahu dari mana ganja kering tersebut didapatkan dan siapa pemasoknya.

“Ini masih kami kembangkan. Pemeriksaan sementara sudah beberapa kali mereka menerima kiriman ganja. Diduga keduanya pengedar,” ungkapnya.

Disinggung terkait sasaran peredaran ganja kering tersebut, Wachyono masih belum membeberkannya. Termasuk apakah keduanya merupakan bagian dari jaringan di luar kota Semarang atau tidak. “Ini masih kami kembangkan, ke mana saja diedarkannya dan siapa sasaran pembelinya atau pemesannya,” jelasnya.

Wachyono menambahkan, polisi juga meminta peran aktif masyarakat dalam memberantas narkoba. Ia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila ada informasi atau indikasi peredaran narkoba.

“Masyarakat diharapkan mampu memberikan informasi sekecil apapun untuk ditindak lanjuti oleh petugas, terkait jaringan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang sangat meresahkan dan merugikan,” katanya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.