Pemkot Tegal Dapat Hibah Mesin Predator Sampah

TEGAL – Pemerintah Kota Tegal akan mendapatkan hibah mesin Predator Sampah dari PT. Kemasan Ciptatama Sempurna. Mesin tersebut berfungsi sebagai pengolah sampah menjadi briket yang digunakan untuk bahan bakar pengganti bahan bakar fosil. Selain manfaat mengatasi permasalahan sampah di Kota Tegal, briket hasil pengolahan sampah terebut bernilai ekonomi tinggi.

Untuk memastikan kinerja mesin berfungsi dengan baik sebelum diterima Pemkot Tegal, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal Ir. Resti Drijo Prihanto, M.Si, Kepala Dinas Permukiman Rakyat (Disperkim) Ir. Eko Setyawan, MUM, dan Kepala Bappeda Kota Tegal Ir. Gito Musriyono melihat cara pengoperasian mesin tersebut di salah satu Pabrik PT Kemasan Ciptatama Sempurna di Jawa Timur.

 

Jumadi dan rombongan diterima Owner PT Kemasan Ciptatama Sempurna Group yang juga Pembina Yaksindo PKPS serta Sekjen Adupi Wahyudi Sulistya dan Pengawas Yaksindo, Inisiator PKPS dan Direkur GIF Asrul Hosain beserta manajemen PT Kemasan Ciptatama Sempurna.

Dengan adanya mesin predator sampah hibah PT Kemasan Ciptatama Sempurna permasalahan sampah di Kota Tegal diharapkan dapat diatasi. DIkatakan Jumadi hampir semua kota di Indonesia menghadapi permasalahan sampah. Tak terkecuali Pemkot Tegal. Untuk itu, Pemerintah Kota Tegal bekerja sama dengan Yaksindo dan elemen lainnya untuk menjadikan kota Tegal sebagai satu-satunya kota yang ramah terhadap sampah. Sebelumnya Pemkot Tegal juga mendapatkan mesin menghancur stereofoam dari Yaskindo.

“Tiada lagi adanya pelarangan sampah, tapi bagaimana kita mensinergikan dan mengkolaborasikan berbagai elemen ini untuk mengolah sampah. Saya kesini melihat langsung bagaimana mesin ini bekerja. Nanti mesin ini akan kita pakai di Kota Tegal sekaligus sebagai pilot project disana,” ungkap Jumadi.

Dijelaskan Jumadi, Pemkot Tegal pernah memanfatkan aspal dari campuran sampah plastik dan saat ini memanfaatkan sampah sebagai upaya solusi total untuk ketahanan pangan, ketahanan energi, dan konservasi alam. “Sehingga kita mencari kira-kira solusi apa yang total solution biar selesai semua. Ini yang semestinya menjadi parameter baik pemerintah daerah atau pusat untuk berpikir cerdas dalam mengolah sampah. Jadi yang sebelumnya tidak ada sampah setelah digunakan menjadi sampah dan kemudian kembali tidak ada sampah atau zero waste dan dengan adanya nilai jual tersebut inilah yang dinamakan sircular economi,” kata Jumadi.

Mesin predator hibah dari PT Kemasan Ciptatama Sempurna rencananya akan dioperasikan di TPST Mintaragen Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur sesuai arahan Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M.

 

“Mungkin nanti di setiap kecamatan di Kota Tegal ada solusi ini. Jadi tidak ada lagi sampah di Kota Tegal yang tidak dimanfaatkan,” jelas Jumadi.

Sementara itu dijelaskan Owner PT Kemasan Ciptatama Sempurna Wahyudi mesin yang akan dihibahkan kepada Pemkot Tegal berupa mesin yang bernama mesin predator sampah. Mesin tersebut digunakan mengolah sampah menjadi briket. Secara teknis cara lerja mesin predator sampah memisahkan metal dan kaca dari sampah yang ada. Kemudian di proses pada mesin penghancur atau mesin shredder, setelah hancur sampah dimasukkan ke mesin pengepresan untuk mengurangi kadar air yang kemudian keluar berupa air lindi, yang nantinya digunakan untuk pupuk organik.

Setelah dilakukan pengepresan kemudian masukkan ke mesin rotary dryer, untuk mengeringkan briket dengan kadar air sebesar 10 persen bisa terpenuhi. Terakhir ke mesin briket sampah yang membentuk sampah olahan tersebut menjadi briket yang digunakan sebagai bahan bakar pengganti bahan bakar fosil.

Setiap hari selama 24 jam, mesin tersebut yang dioperasikan tiga orang setiap shiftnya dapat mengolah kurang lebih 15 ton sampah. Selain itu, Wahyudi berjanji PT Kemasan Ciptatama Sempurna siap menampung briket sampah yang dihasilkan Kota Tegal. “kita dari Yaksindo siap memasarkan prodak-prodak hasil tersebut dengan harga per kilonya Rp. 800,” tutur Wahyudi.

Pengawas Yaksindo Asrul Hosain mengatakan apa yang akan dilakukan Pemkot Tegal merupakan aplikasi UU No. 18 Tahun 2008, khususnya pasal 13 yaitu pengolahan sampah kawasan. Sampai kepada hilir. Dengan kedatangan Wakil Wali Kota terima kaishke PT Kemasan telah mendorong regulasi ini sesungguhnya dari hulu ke hilir.

“Apa yang dilaksanakan di Kota Tegal bukan semata-mata hanya mengaplikasikan UU. Akan tetapi ada pembinaan dan edukasi di masyaraiat sehingga tersinkronisasi dari hulu ke hilir. Kami mendorong agar Pemkot secepatnya mengaplikasi disana untuk menjadi contoh barometer di seluruh Indonesia dan juga briket ini yang direkomendaai KPK untuk membantu daerah karena ini bernilai ekonomi dan pemberdayakan masyarakat,” pungkas Asrul.

Menurut Asrul selain mendapatkan Mesin Predator Sampah, Pemkot Tegal juga mendapatkan peralatan dan instalasi biogas lengkap dengan nilai total kurang lebih Rp. 2 miliar. (nom)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.