Pemkot Semarang Dorong UIN Walisongo “Go International”

Hendi juga mengajak UIN Walisongo untuk bersama-sama menutup celah masuknya paham radikalisme dan anti Pancasila.

SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Semarang untuk menjadi perguruan tinggi berkelas internasional.

Wali Kota Hendrar Prihadi berdialog dengan rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MAg beserta para pejabat UIN Walisongo yang baru saja dilantik untuk periode 2019-2023. Foto: dokumentasi

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan Rektor UIN Walisongo beserta jajarannya banyak didominasi usia muda. Hal ini memberikan nuansa segar, muda dan harapannya dapat membawa UIN semakin go international serta menghasilkan kalangan akademisi unggul dengan akhlak kuat.

‘’Anak muda generasi milenial memiliki zaman yang berbeda dengan berbagai fasilitas, bahkan dikatakan (milenial) dapat saja mengakses berbagai belahan dunia misalkan Amerika hanya dalam satu detik atau satu klik saja,’’ ungkap Hendi, sapaan akrabnya saat melakukan komunikasi dengan rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MAg beserta para pejabat UIN Walisongo yang baru saja dilantik untuk periode 2019-2023.

Komunikasi itu sendiri dilakukan Pemerintah Kota Semarang dan UIN Walisongo dalam upaya untuk membangun sinergitas pembangunan Kota Semarang. Hendi menyampaikan kesiapannya untuk menerima masukan, saran dan kritik dari UIN untuk kemajuan Kota Semarang.

‘’Kami menyambut baik forum komunikasi antara Pemerintah Kota Semarang dan UIN ini. Ini akan memberikan optimisme dan sinergitas dalam pembangunan Kota Semarang yang lebih hebat,’’ ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Hendi juga mengajak UIN Walisongo untuk bersama-sama menutup celah masuknya paham radikalisme dan anti Pancasila. Isu agama, menurut Hendi, menjadi isu yang paling sering diangkat untuk menggeser dasar negara Pancasila.

Untuk itu, dia mengajak kalangan akademisi termasuk UIN Walisongo ikut memberikan pengarahan dan pendampingan pada para mahasiswa. Agar terhindari dari berita-berita yang tidak benar, hoaks dan rekayasa media social. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.