Pemkot Semarang Bayari Premi BPJS Kesehatan 50 Ribu Warga Miskin

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan membuat MoU dengan BPJS terkait pendaftaran warga miskin Kota Semarang supaya masuk dalam peserta BPJS Kesehatan
?
Semarang – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan dengan BPJS Kesehatan Cabang Utama Semarang  menandatangani perjanjian kerjasama di Ruang VIP Wali Kota, Selasa (21/2). Dengan kerjasama ini pemkot berkomitmen untuk membantu warga miskin tercover dalam BPJS Kesehatan.

Kerjasama ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak atas jaminan sosial termasuk di dalamya berupa kesehatan. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak dan meningkatkan martabatnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan kerjasama ini merupakan sebuah bentuk perlindungan kesehatan masyarakat. “Hari ini kami membuat MoU dengan BPJS terkait pendaftaran warga miskin Kota Semarang supaya masuk dalam peserta BPJS”, ujar Hendi sapaan akrabnya.

Tidak hanya mendaftarkan warga miskin saja, Pemkot juga akan membiayai premi BPJS kepada 50 ribu warga miskin yang mulai dilaksanakan tahun 2017. Pada tahap pertama ini baru 30.903 jiwa yang bisa didaftarkan, sedangkan sisanya masih menunggu validasi. 

“Kita targetkan paling lambat bulan Desember tahun ini (sisanya) sudah bisa masuk dalam BPJS”, katanya.

Program ini juga direncanakan berlanjut ke tahun 2018, di mana akan mengkover kesehatan  150 ribu warga tidak mampu. Dan di tahun 2019 ditargetkan bisa mengcover semua warga tidak mampu di seluruh Kota Semarang.

Hendi meminta Dinas Kesehatan selalu memantau kepesertaan warga miskin BPJS yang didanai APBN maupun APBD kota. Dan jangan sampai ada data ganda yang akan menjadi masalah  nantinya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga menyerahkan secara simbolis kartu Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan kepada 3 warga Kota Semarang, Sri Turbaningsih, Sri Wahyuni Mulyaningsih dan Asmiyatun. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.