Pemkot Rintis Pembangkit Listrik Tenaga Air ‘Micro Hydro’ di Gedawang

Rintisan project ini akan diupayakan agar bisa menerangi 40 sampai 50 rumah.

Ilustrasi. (dokumentasi metrojateng.com)

 

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menilai pembangunan di suatu wilayah harus fokus pada kekurangan dan urgensinya. Karenanya masyarakat diminta harus berpikir kritis, kreatif, dan strategis sehingga dapat meningkatkan kuliatas permukiman masing-masing.

Hendi, sapaan akrabnya, menyebutkan ada beberapa poin yang bisa menjadi perhatian. Antara lain letak topografi wilayah, misalnya Kecamatan Banyumanik yang terletak di daerah atas. Maka perlu adanya upaya perkuatan infrastruktur yang mampu mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor.

‘’Maka pengelolaan drainase dan perkuatan talud di wilayah Banyumanik menjadi beberapa hal yang harus diupayakan,’’ ujarnya, Minggu (17/2/2019)

Hendi menegaskan bahwa dalam pengelolaan wilayah, prioritas utamanya adalah untuk dapat memanajerial berbagai kekurangan agar mampu diubah menjadi sebuah potensi positif.

‘’Misalnya Banyumanik daerah atas, kalau hujan airnya selalu kencang mengalir ke bawah, maka itu yang menjadi prioritas. Pembangunan untuk memperkuat saluran dan tanggul harus dikonsentrasikan, walaupun biayanya besar,’’ katanya.

‘’Contohnya jalan yang sering terendam air kemudian aspalnya sering terkelupas, maka harus dibeton, meskipun biayanya besar, tapi harus dilaksanakan bertahap,’’ tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Dia menyebutkan, untuk menjawab tantangan manajerial arus air yang kencang agar bisa dikembangkan sebagai potensi keunggulan wilayah, Pemkot Semarang sendiri berecana mengembangkan salah satu daerah di Gedawang, Banyumanik, sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga air yaitu Micro Hydro.

Pihaknya akan mengecek terlebih dahulu lokasinya, jika arus airnya bagus maka akan disiapkan infrastruktur untuk akses menuju ke daerah Gedawang.

‘’Kita ada kerja sama dengan Jepang untuk merintis pembangkit listrik tenaga air. Untuk rintisan project ini akan diupayakan agar bisa menerangi 40 sampai 50 rumah,’’ ungkapnya.

Hydro Energy sendiri, Hendi menerangkan merupakan proyek terobosan Pemkot Semarang dalam merealisasikan gagasan memberikan fasilitas listrik gratis, guna mengurangi beban biaya hidup rumah tangga masyarakat di Kota Semarang.

Gagasan ini dirancang dengan dua konsep, yaitu melalui Micro Hydro yang memanfaatkan tenaga air, dan Wind Turbine yang memanfaatkan tenaga angin sebagai pembangkit listrik. ‘’Proyek tersebut akan diupayakan terealisasi dengan kerja sama antara Pemkot Semarang dengan Pemerintah Kota Toyama, Jepang,’’ tandasnya. (duh)

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.