Pemkot Resmi Luncurkan Bus Wisata Double Decker

Bus Wisata Semarang. (foto: arsip metrosemarang.com)

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang resmi meluncurkan Bus Wisata ĎAyo Muter-Muter Semarangí yang dilaksanakan di balaikota, Senin (2/10). Bus double decker (tingkat dua) berwarna merah ini siap melayani wisatawan berkeliling tempat wisata secara gratis.

Bus seharga Rp3,5 miliar dari APBD Murni Kota Semarang ini dinilai akan bermanfaat untuk meningkatkan pariwisata di Semarang. Tempat-tempat yang sering menjadi jujugan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara akan disambangi oleh bus ini.
Seperti tempat wisata Museum Mandala Bhakti di kawasan Tugu Muda, Lawang Sewu, Stasiun Tawang, Kota Lama, Sampokong dan lain sebagainya. Setiap hari bus wisata dengan fasilitas aman dan nyaman ini juga akan melayani sebanyak 3 trip yaitu pagi, siang, dan sore.
Kecuali pada hari libur dan akhir pekan yaitu hari Sabtu dan Minggu melayani sampai 4 trip, yaitu pagi, siang, sebelum sore, dan sor. ”Pelayanan ini kita harapkan akan mampu meningkatkan pariwisata di Kota Semarang,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi setelah meresmikan bus wisata double decker.
Pemkot Semarang juga berkeinginan sektor pariwisata di Semarang bisa semakin tumbuh dan menggeliat. Sehingga perhotelan di Semarang yang sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 300an, restoran 800an, dan pelaku wisata mencapai ribuan bisa tumbuh.
”Di Indonesia devisa yang dihasilkan dari sektor pariwisata sudah menggeser penerimaan dari migas. Jadi pariwisata saat ini cukup dominan memberikan masukan bagi bangsa ini. Nah kita berharap di Semarang juga seperti selain sinergi denga pemerintah pusat,” kata Hendi, panggilan akrab Walikota Semarang.
Dalam peluncuran bus wisata double decker ini, Walikota Semarang dan Wakil Walikota Semarang Havearita Gunaryanti Rahayu serta Muspida dan Anggota DPRD Kota Semarang, juga sempat melakukan uji coba naik bus wisata dengan berkeliling rute yang dilewati.
Usai melakukan uji coba, Walikota Hendi memastikan busnya cukup nyaman dan aman. Baik suspensinya, AC, karoseri hingga pemilihan mesinnya dinilai sempurna. Tinggal bagaimana pemerintah memeliharanya termasuk juga masyarakat diwajibkan ikut merawatnya.
”Masyarkat juga diminta ikut memelihara yaitu jangan naik terus busnya dicorat coret, bangkunya disobek-sobek2. Kita rawat bareng supaya awet,” tegasnya. (duh)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

45 + = 51

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.