Pemkot Magelang Perbaiki 19 Makam yang Dirusak

Perbaikan yang dilakukan berupa penggantian nisan menggunakan batu granit, ada juga yang dikembalikan seperti semula.

MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang mulai memerbaiki makam-makam yang menjadi sasaran perusakan. Ada 19 makam di tiga Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang diperbaiki.

Perbaikan makam di TPU Giriloyo Magelang, Senin (7/1/2019). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Machbub Yani Arfian menjelaskan, pihaknya memerbaiki 10 makam di TPU Giriloyo, 7 makam di TPU Kiringan, dan 2 makam di TPU Nambangan. Sedangkan, dua makam lain di TPU Giriloyo akan diperbaiki sendiri oleh pihak keluarga.

“Total 19 makam sudah kami perbaiki semua. Ini bukan merupakan permintaan warga, tapi tanggung jawab kami,” jelas Machbub Yani Arfian, didampingi Plt Kepala Bidang Pengelolaan PJU, Pertamanan dan Pemakaman, Yetty Setyaningsih, Senin (7/1/2019).

Machbub mengungkapkan, untuk perbaikan makam di Giriloyo saat ini sudah seluruhnya selesai. Sedangkan untuk TPU Kiringan dan Nambangan masih dalam proses. Perbaikan yang dilakukan berupa penggantian nisan menggunakan batu granit, ada juga yang dikembalikan seperti semula.

“Yang 10 makam di TPU Giriloyo sudah selesai semua. Kalau yang Kiringan itu karena ada permintaan warga untuk diseragamkan jadi masih proses, hari ini (7/1) mungkin selesai. Sedangkan yang Nambangan juga masih proses perbaikan, masih pemesanan nisan,” ungkap Machbub.

Sementara itu Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito sangat menyayangkan aksi perusakan makam yang meresahkan warganya. “Yang pasti, pemerintah sudah mengambil langkah-langkah cepat. Dan saya meminta masyarakat untuk tidak terpancing dan terprovokasi,” tandasnya.

Hendro Prawoto, salah satu keluarga pemilik makam yang dirusak, mengaku berterima kasih dengan gerak cepat yang dilakukan oleh Pemkot Magelang. Diakui Hendro, makam ibu dan bapak mertuanya turut menjadi sasaran perusakan.

“Kami berterima kasih sekali dan mengapresiasi Pemkot Magelang karena sudah memperbaiki makam yang dirusak. Keamanan juga sudah kondusif,” kata Hendro.

Hendro mengaku belum mengecek kondisi terakhir makam bapak dan ibu mertuanya. Namun demikian, keluarga mempersilahkan dan berterima kasih jika Pemkot Magelang sudah memperbaiki makam tersebut.

“Kalau untuk perbaikan seperti apa terserah dari Pemkot Magelang, yang pasti dikembalikan seperti semua. Kemarin salibnya saja yang dirusak,” kata warga Tidar Krajan, Kelurahan Tidar Utara, itu.

“Kami berharap, semua bisa berjalan lancar danejadian ini tidak terulang lagi. Di satu sisi, ini juga menjadi tanggung jawab warga Kota Magelang untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. Namanya musibah, kita harus introspeksi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, heboh kasus perusakan makam di Kota Magelang akhirnya terungkap. Pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu diamankan pada Jumat (4/1) malam usai beraksi di TPU Candi Nambangan, Magelang Tengah. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.