Pemkot Klaim Dapat Restu IMI Pusat, MXGP 2019 Tetap Digelar

Sempat Kisruh LPj MXGP 2018

Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng sempat menyatakan tidak memberi rekomendasi gelaran MXGP 2019. Saat ini, IMI Pusat berbicara.

Perhelatan MXGP 2018 di Kota Semarang. (metrojateng.com)

 

SEMARANG – Baru-baru ini sempat mencuat kisruh terkait Laporan Pertanggungjawaban (LPj) keuangan Kejuaraan Motocross International MXGP 2018 Rp 18 miliar yang dinilai tidak jelas. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng menyatakan tidak memberi rekomendasi gelaran MXGP 2019, dengan alasan Event Organizer (EO) belum menyelesaikan laporan keuangan pada pelaksanaan MXGP 2018 lalu.

Namun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengeklaim telah mendapatkan restu dari IMI Pusat. Hal itu sekaligus memastikan tahun ini, Kota Semarang tetap kembali menggelar Kejuaraan Motocross Internasional MXGP 2019.

Melalui rilis Humas Pemkot Semarang yang diterima metrojateng.com, Rabu (20/3/2019), kepastian tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) Jeffrey JP. Dijelaskan, bahwa penyelenggaraan event dunia di Kota Semarang itu menjadi bagian dari kewajiban IMI Pusat untuk menangani event otomotif kelas internasional.

Ditegaskan pula, apa yang diutarakan oleh Jeffrey tersebut sekaligus meluruskan isu pembatalan event MXGP di Kota Semarang, yang dikarenakan adanya penolakan rekomendasi IMI Jateng.

‘’Hal ini juga untuk meredam permasalahan yang ada di daerah. Lagipula, memang wewenang PP IMI untuk event internasional,’’ katanya seperti dalam rilis tersebut.

‘’Kami pastikan tetap digelar di Semarang sesuai jadwal (kalender event). Saya kira semua pihak harus memikirkan untuk menyukseskan ini demi kepentingan yang lebih besar,’’ jelas Jeffrey.

Jeffrey juga meyakinkan jika penyelenggaraan MXGP di Kota Semarang adalah menyangkut harga diri bangsa. Pasalnya, dengan predikat Kota Semarang sebagai salah satu penyelenggara event MXGP terbaik di dunia, berlangsungnya event bertaraf internasional di Kota Lumpia tersebut sangat dinantikan oleh para rider serta penggemar otomotif di dunia, terkhusus di Indonesia. ‘’Para rider dunia suka dengan arena balap di Kota Semarang,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Benk Mintosih mendukung kembalinya MXGP digelar di Kota Semarang. Dia berkeyakinan keberlangsungan event motocross dunia tersebut memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi di ibu kota Jawa Tengah.

‘’Tahun lalu, semua hotel hampir penuh semua. Kalau tidak jadi, maka kerugiannya sangat besar, sebut saja 1.000 kamar dikalikan Rp 400 ribu misalnya, dikalikan lagi rata-rata menginap lima malam,’’ paparnya.

‘’Insan perhotelan suka kalau Pemkot bikin acara-acara yang melibatkan tamu untuk stay lama di Semarang. Upaya tahun lalu sudah cukup bagus,’’ terang GM salah satu hotel berbintang itu.

Adapun dalam website resmi MXGP.com sendiri, Kota Semarang telah tercantum sebagai penyelenggara event seri ke-12, yang direncanakan akan digelar pada tanggal 14 Juli 2019. Dalam website tersebut juga, seperti tahun kemarin, MXGP masih akan menggunakan track sirkuit motocross yang terletak di Bukit Semarang Baru (BSB), Kota Semarang. MXGP Kota Semarang tersebut akan berlangsung sebelum gelaran MXGP seri ke-13 di Republik Ceko. (duh)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.