Pemkot Kembangkan Agrowisata Kelurahan Wates Ngaliyan 

Di Kelurahan Wates saat ini ada 324 pohon kelengkeng, sebanyak 200 pohon di antarnya tengah berbuah. 

SEMARANG- Pengembangan sektor agrowisata tengah berlangsung di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Limbah organik disulap menjadi aneka kerajinan bernilai jual tinggi di Kandri Ethnic. Foto: istimewa

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana mengatakan, saat ini ada 324 pohon kelengkeng, sebanyak 200 pohon tengah berbuah.

“Sampai dengan bulan Maret masih ada yang berbuah. Selain kelengkeng, tanaman Jambu kristal juga mulai berbuah,” katanya, Selasa (18/12/2018).

Dengan pengelolaan kebun yang melibatkan kelompok petani, kata Rusdiana, Kebun Wates ini dapat memberikan pendapatan bagi kelompok tani. Sistem yang digunakan yaitu bagi hasil.

Pemerintah Kota Semarang yang menyediakan lahan, bibit, pupuk. Sedangkan kelompok tani yang menyediakan tenaga untuk merawat tanaman. Hasilnya dibagi dengan perbandingan 70 persen untuk petani dan 30 persen untuk Pemerintah Kota Semarang yang disetorkan ke Kas Daerah.

Kelompok tani yang mengelola kebun berjumlah sekitar 27 petani, dengan satu orang bertugas merawat 12 tanaman kelengkeng dan beberapa jambu kristal. Apabila optimal setiap tanaman kelengkeng bisa berbuah 80 sampai 100 kilogram.

Di lokasi Kebun Wates atau UPTD Dinas Pertanian ini, selain kebun buah juga ada Balai Penyuluh Pertanian (BPP). BPP memberikan penyuluhan cara menanam tanaman kepada masyarakat.

Saat ini sudah ada beberapa sekolah yang sudah ber-wisata edukasi ke UPTD Dinas Pertanian ini. Di sini anak-anak dapat belajar cara bertani,berkebun, sekalian praktik.

“Anak-anak bisa berwisata sekaligus mendapat edukasi, yaitu belajar menanam dan mengenal buah-buahan,” katanya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mendorong agar kelurahan tersebut menjadi bagian dari program desa wisata yang dicanangkan pemkot. Saat ini sudah ada sejumlah desa wisata terkenal di Kota Semarang seperti Kandri.

Dengan jadi Desa Wisata yang disahkan dengan surat keputusan wali kota, kata dia, pemkot bisa mengucurkan dana APBD dan menyelenggarakan kegiatan untuk membangun desa wisata tersebut untuk pengembangan desa.

“Tugas pemkot, membuat SK desa wisata, membangun jalan dan menyediakan bibit. Sedangkan tugas warga adalah merawat daerahnya,” ujarnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.