Pemkot Diminta Waspada Permainan Lelang Proyek dengan Istilah ‘Pinjam Bendera’

Proses lelang proyek pembangunan di Kota Semarang diduga terjadi permainan. Mereka menggunakan istilah “pinjam bendera”. 

 

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso.

 

SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso meminta, Pemerintah Kota Semarang mewaspadai permainan lelang proyek pembangunan.

 

Ia mengaku melihat, adanya dugaan beberapa proyek di Pemkot Semarang yang dikerjakan perusahaan dari luar daerah, hanya menggunakan sistem “pinjam bendera”.

 

‘’Jadi dugaannya, perusahaan luar daerah itu hanya dipinjam benderanya oleh pengusaha lokal sini (Semarang) yang mungkin tidak memiliki perusahaan sesuai klasifikasi proyek. Tapi dia punya akses ke Pemkot. Jadi yang mengerjakan tetap orang lokal, perusahaannya saja yang dari luar,’’ ungkapnya, Minggu (13/1/2019).

 

Dia mengatakan, dugaan tersebut melihat adanya persoalan proyek pembangunan di Kota Semarang yang harus molor dari deadline. Misalnya dalam kasus pembangunan Pasar Wonodri, Pemkot Semarang dinilai terkesan tidak tegas dan malah memberikan perpanjangan waktu 25 hari untuk penyelesaian proyek.

 

Seharusnya, kata Joko, Pemkot Semarang berani bertindak tegas dengan melakukan blacklist bagi kontraktor karena wanprestasi. ‘’Ini untuk menjaga nama baik Pemkot Semarang, agar kontraktor dari luar daerah juga memiliki komitmen dan disiplin, baik dari segi administrasi maupun waktu, saat mengerjakan proyek di sini,’’ katanya.

 

Sementara itu, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Semarang, Moch Imron menegaskan, keluhan banyaknya kontraktor luar daerah yang menggarap proyek di Semarang, hal itu selama ini telah melalui proses pengadaan barang dan jasa secara online. Siapa pun boleh mengikuti proyek asal memenuhi syarat.

 

‘’Siapa saja tentu boleh mengikuti proyek ini, termasuk dari luar kota. Para kontraktor luar kota dan dalam kota bersaing dalam LPSE,’’ ujarnya.

 

Meski demikian, pihaknya siap menjadikan masukan dari kalangan dewan sebagai evaluasi. Sehingga ke depan dalam proses lelang bisa lebih baik lagi.

 

‘’Kami mengedepankan transparansi dan kejujuran, supaya pekerjaan fisik yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, dan bermanfaat bagi masyarakat,’’ tandasnya. (duh)

 

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.