Pemkot Akui Dugaan Kebocoran Pendapatan Parkir

Potensi pendapatan parkir selama setahun sebesar Rp 114 miliar, selama ini perolehannya setiap tahun di bawah Rp 10 miliar.

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengakui adanya dugaan kebocoran pendapatan parkir yang cukup besar. Sebab, potensi pendapatan parkir selama setahun sebesar Rp 114 miliar, selama ini perolehannya setiap tahun rata-rata masih di bawah Rp 10 miliar.

Parkir menjadi salah satu penyumbang retribusi potensial jika dikelola secara maksimal. Foto Metrojateng/dok

‘’Kami menduga memang ada kebocoran yang cukup besar atas pendapatan parkir di Kota Semarang, sehingga realisasinya jauh dari potensi yang ada,’’ kata Penjabat (Pj) Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto, Kamis (28/3/2019).

Pendapatan parkir tersebut tentunya sangat jauh dari harapan. Karenanya, Agus Riyanto mengatakan pemerintah kota ingin menerapkan parkir berlangganan. Ia mendesak dinas terkait untuk segera merealisasikan rencana program parkir berlangganan tersebut.

‘’Program ini sebenarnya sudah mulai kita rintis sejak tahun 2018. Sehingga harapannya tahun ini OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait bisa segera merealisasikannya,’’ katanya.

Agus menjelaskan, bahwa dengan diberlakukannya parkir berlangganan akan mampu meminimalisir kebocoran. Dengan sistem berlangganan, juru parkir yang ada nantinya akan dibayar oleh pemerintah kota.

‘’Namun untuk memberlakukan sistem ini harus ada komunikasi dengan provinsi, karena penarikan pajak kendaraan kewenangannya ada di sana. Pajak parkir ini nantinya akan diikutkan dalam pembayaran pajak kendaraan,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Mukhammad Khadik mengatakan pihaknya memang sudah berencana menerapkan parkir berlangganan di tahun 2019 ini.

Segala persiapan sudah dilakukan, mulai dari persiapan secara administratif maupun aspek di lapangan, termasuk sosialisasi kepada juru parkir (jukir). Ia menegaskan saat ini penerapan parkir berlangganan sudah masuk proses finalisasi.

Dengan penerapan parkir berlangganan ini, Kadhik berharap pihaknya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan yang ditargetkan oleh Pemkot Semarang.

‘’Target yang diterapkan oleh Pemkot sebesar Rp 114 miliar, jauh lebih besar dibanding target tahun-tahun sebelumnya,’’. (duh)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.