Pemkab Karanganyar Segera Tutup Warung ‘Guguk’

Sehari 42 Ekor Anjing Dibantai

Stop penjualan daging anjing akan mempercepat pencapaian Indonesia bebas rabies pada 2020. 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berjanji akan menutup ‘warung guguk’ yang beroperasi di wilayahnya. Langkah ini sebagai bentuk nyata untuk mengurangi kasus pembantaian anjing, sekaligus mencegah penyebaran penyakit rabies.

Warung-warung yang menyediakan daging anjing di Karanganyar bakal segera ditutup. Foto: metrojateng.com

Desakan penutupan kuliner daging anjing tersebut, disampaikan saat melakukan pertemuan dengan Animal Friends Jogja koalisi Dog Meat Free Indonesia.

“Untuk memenuhi konsumsi daging anjing di Solo Raya, sebanyak 13 ribu ekor anjing didatangkan dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Caranya dibantai secara sadis. Dikonsumsi di 82 warung yang tersebar di Solo dan sekitarnya,” kata Program Manager Animal Friends Jogja koalisi Dog Meat Free Indonesia, Angelina Pane usai beraudiensi dengan Bupati Juliyatmono di ruang Garuda kompleks Setda Karanganyar.

Para aktivis meminta bupati menutup warung-warung penjual daging anjing di Karanganyar. Pihaknya mencatat, Karanganyar termasuk wilayah penyedia kuliner tersebut dengan jumlah anjing dibantai mencapai 42 ekor perhari.

Angelina memaparkan bahaya penyakit rabies pada konsumen serta penyakit zoonosis dari infeksi mikroorganisme. Ia menyebut, stop penjualan daging anjing akan mempercepat pencapaian Indonesia bebas rabies pada 2020.

“Berdasarkan investigasi, anjing dari Jatim dan Jabar yang dikirim ke Solo Raya itu peliharaan orang. Banyak yang diambil paksa atau malah dicuri. Pemiliknya diintimidasi agar mau menyerahkan,” katanya.

Komitmen pemerintah daerah melalui kebijakan bupati/wali kota, diharapkan mampu memutus mata rantai perdagangannya.

Sementara, Bupati Juliyatmono menegaskan bahwa pihaknya juga berkomitmen untuk menekan perdagangan daging anjing. Selanjutnya warung guguk akan ditutup dan diganti menu lain.(MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.