Pemilu Serentak Diminta Ditinjau Ulang

Proses penyelenggaraan kontestasi Pemilu 2019 secara serentak sangatlah melelahkan para petugas.

BREBES – Bawaslu Kabupaten Brebes mengimbau agar pelaksanaan pemilu serentak ditinjau ulang. Kontestasi pemilu tahun ini menuntut para petugas bekerja ekstra keras.

Para Komisioner Bawaslu Kabupaten Brebes takziah ke kediaman korban Panwascam yang meninggal dunia akibat kelelahan di Kelurahan Limbangan Wetan. Foto : metrojateng.com/ adithya

Komisioner Bawaslu Kabupaten Brebes, Mohammad Maruf mengatakan, proses penyelenggaraan kontestasi Pemilu 2019 secara serentak sangatlah melelahkan para petugas. Sebab, para petugas dituntut bekerja ekstra sejak pagi hingga dinihari selama berhari-hari.

Pihaknya berharap, pelaksanaan Pemilu serentak dengan Pilpres dapat ditinjau kembali, agar tidak menimbulkan korban jiwa seperti sekarang ini. Diketahui, dua petugas penyelenggara Pemilu di Kabupaten Brebes meninggal dunia. Kedua petugas tersebut yakni, seorang anggota Panwascam dan anggota Linmas yang bertugas di masing-masing kecamatan.

Keduanya yakni, H Abdul Ghofur (34) anggota Panwascam Kecamatan Brebes dan Saiful Bahri (51) anggota Linmas Desa Ciawi, Kecamatan Banjarharjo. Mereka meninggal, usai mendapatkan penanganan medis pada Minggu (21/4) dan Senin (22/4).

Selain rekannya yang merupakan anggota Panwascam Brebes meninggal, korban lainnya juga tercatat dari anggota Linmas di Kecamatan Banjarharjo.

“Laporan yang masuk selain Mas Abdul Ghofur, ada juga anggota Linmas, Bapak Saiful Bahri yang tewas karena kelelahan menjaga logistik dan proses Pemilu di tingkat desa,” kata Mohammad Maruf, Selasa (23/4/2019).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Abdul Ghofur yang merupakan warga Kelurahan Limbangan Wetan, Brebes meninggal pada Senin (22/4) malam usai mengawasi proses rekapitulasi perhitungan suara di kecamatan setempat.

Menurut kakak korban, Mukhlis, adiknya yang telah aktif dalam kegiatan penyelenggaraan Pemilu sejak beberapa bulan lalu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kota Tegal. Namun, pada akhirnya ASN di Pemkot Tegal itu harus dirujuk ke Rumah Sakit Siaga Medika, Pemalang.

“Senin sore adik saya mengeluhkan sesak nafas akut hingga dilarikan ke rumah sakit di Kota Tegal. Karena kondisinya tak kunjung membaik dia dirujuk ke Pemalang,” jelasnya kepada metrojateng.com, Selasa (23/4/2019) siang. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.