Pemilu Makin Dekat, TNI dan Polri Matangkan Koordinasi

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan, baik teknis dan taktis pengamanan Legislatif dan Presiden.

TEGAL – Ratusan warga menggeruduk salah Tempat Pemilihan Sementara (TPS) di Kota Tegal, untuk memprotes proses pemilihan umum. Hal tersebut terjadi, lantaran satu pemilih ditolak petugas KPPS untuk memberikan suaranya karena namanya tak tercantum dalam DPT.

Petugas Kepolisian dan Satpol PP menghadang sejumlah warga yang melakukan aksi protes di Tempat Pemilihan Umum. Foto : metrojateng.com/ adithya

Petugas menolak pemilih, karena yang bersangkutan merupakan pemilih pindahan, namun tidak bisa menunjukkan formulir C5. Tidak berhenti disitu, setelah meninggalkan TPS, pemilih itu kemudian mengumpulkan teman-temannya untuk melakukan aksi protes kepada KPPS.

Sejumlah warga yang telah terprovokasi kemudian mendatangi TPS dan memaksa masuk ke dalam. Lantaran tuntutan mereka tidak diresponz, mereka kemudian meninggalkan TPS dan melakukan aksi penolakan di KPU Kota Tegal.

Melihat situasi yang tidak kondusif, petugas keamanan menerjunkan pasukan pengendali massa. Termasuk anggota Brigade Mobile (Brimob) dengan bersenjata lengkap. Berkat kesigapan petugas, massa dapat dihalau dan pemilihan dilanjutkan.

Peristiwa itu bukan kejadian sebenarnya, melainkan bagian dari simulasi pengamanan Pemilu 2019. Kegiatan diawali dengan Apel yang dipimpin Dandim 0712/ Tegal Letkol Richard Sangari.

Danrem 071/ WK Kolonel Kav Dani Wardhana, dalam sambutan yang dibacakan Dandim 0712/ Tegal mengatakan, netralitas TNI Polri dalam menghadapi Pemilu 2019 merupakan kunci yang akan menentukan keberhasilan Pemilu khususnya di bidang pengamanan.

Karena itu TNI/ Polri harus mampu menunjukkan komitmen yang mewujudkan sinergitasnya agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan dapat dicapai kesuksesannya, sehingga keamanan dan keutuhan NKRI dapat terjaga.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan, baik teknis dan taktis pengamanan Legislatif dan Presiden. Sekaligus memantapkan koordinasi TNI/ Polri serta Pemerintah Daerah untuk menghadapi hambatan dan ancaman Pemilu Legislatif dan Presiden di Wilayah Kota Tegal,” katanya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.