Pemilu 2019 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Jateng dari tahun ke tahun selalu di atas standar nasional.

SEMARANG – Sejumlah kalangan memprediksi penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro, menyampaikan materi pada acara diskusi Prospek Ekonomi Jateng di Tahun Politik yang diselenggarakan Harian Bisnis Indonesia di Hotel MG Setos Semarang, Kamis (13/12/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Menurut Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro, Pemilu Serentak mulai pemilihan legislatif hingga presiden tidak akan menghambat pertumbuhan bisnis.

“Pemilu serentak justru akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Pertumbuhan itu akan disumbang oleh sektor industri percetakan, hotel, hingga makanan,” ungkapnya pada acara diskusi Prospek Ekonomi Jateng di Tahun Politik yang diselenggarakan Harian Bisnis Indonesia di Hotel MG Setos Semarang, Kamis (13/12/2018).

Dampak positif yang diprediksi akan berpengaruh pada perekonomian Jateng tersebut, karena masa kampanye Pemilu yang lebih panjang dibandingkan Pemilu tahun-tahun sebelumnya.

“Masa kampanye Pemilu 2019 ini sangat panjang, karena sudah dimulai pada 23 September lalu hingga memasuki masa tenang bulan April 2019. Kemudian, kampanye rapat umum bisa mencapai 21 hari,” kata Paulus.

Pada masa kampanye tersebut di antaranya, percetakan alat peraga kampanye hingga hotel yang digunakan pertemuan parpol.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, secara historis pertumbuhan ekonomi Jateng selalu berada di atas nasional.

“Tahun depan kami memprediksi ekonomi tumbuh antara 5,3-5,7 persen. Adapun, karena tahun 2019 adalah tahun politik sebagaimana akan ada Pemilu serentak, maka momen itu diprediksi akan menyumbang pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Kondisi itu didorong oleh belanja pemerintah untuk penyelenggaraan Pemilu. Dibandingkan Pemilu tahun 2014, masa kampanye yang semula 84 hari menjadi 202 hari pada Pemilu 2019. Kemudian, biaya Pemilu yang dulu Rp 24,1 triliun, tahun depan jadi Rp 24,9 triliun.

Disamping itu, imbuh Rahmat, pertumbuhan juga akan didorong oleh pembangunan infrastruktur seperti, proyek jalan tol, rehabilitasi irigasi, penambahan pembangkit listrik dengan daya mencapai 35 MegaWatt dan pembangunan bandara. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.