Pemilih Butuh Waktu 10 Menit untuk Mencoblos

Simulasi Pemungutan Suara

Sebanyak 280 warga yang masuk dalam daftar TPS tersebut diundang untuk mengikuti pencoblosan.

BREBES – Setidaknya dibutuhkan waktu 10 menit bagi setiap pemilih saat melakukan coblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini terbukti, setelah Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes menggelar simulasi pemungutan suara di halaman kantor Kecamatan Wanasari, Minggu (31/3/2019) pagi.

Salah satu pemilih warga Desa Klampok memasukkan surat suara saat mengikuti simulasi coblosan Pemilu. Foto : metrojateng.com/ adithya

Simulasi pemungutan suara ini mengambil sampel TPS 1 Desa Klampok, Kecamatan Wanasari. Sebanyak 280 warga yang masuk dalam daftar TPS tersebut diundang untuk mengikuti pencoblosan. Pelaksanaan simulasi ini diselenggarakan layaknya pencoblosan sesungguhnya. Hanya satu yang membedakan, yaitu nama partai diganti dengan nama buah buahan, surat suara DPD dan pilpres hanya dibuat gambar kotak kosong.

Sebelum dimulai simulasi, petugas TPS terlebih dahulu membongkar isi kotak dan menunjukkan ke para pengawas. TPS mulai dibuka pukul 07.00 WIB dan akan berakhir pukul 12.00 WIB.

Pemilih yang akan mengikuti pemungutan suara, wajib membawa formulir undangan atau C6 dan KTP elektronik. Bagi warga yang tidak membawa, petugas tetap akan menolaknya.

Dalam simulasi ini, setiap pemilih membutuhkan waktu rata-rata 5 sampai 7 menit untuk mencoblos 5 lembar surat suara. Namun, pada saat pemungutan suara 17 April nanti, waktu yang dibutuhkan lebih dari 7 menit.

Purwo (47) warga Desa Klampok menjelaskan, pada simulasi ini, pemilih tidak perlu mencari calon yang akan dipilihnya. Bisa saja mereka asal coblos nama buah yang tertera di surat suara. Sehingga hal ini tidak memakan waktu yang lama.

Namun pemungutan suara 17 April dipastikan akan memakan waktu lebih lama. Karena tiap pemilih akan butuh waktu tambahan mencari nama calon yang akan dicoblos. Apalagi dalam surat suara, caleg yang akan dipilih hanya tercantum nama, kecuali surat suara DPD dan capres.

“Tadi kan waktunya 5 sampai 7 menit per orang. Itupun karena harus melipat surat setelah dicoblos. Kita tidak dipusingkan mencari nama caleg. Kalau pemungutan suara yang asli pasti akan lebih lama. Karena kita harus mencari nama caleg yang akan saya pilih. Mungkin bisa 10 sampai 15 menit,” ungkap Purwo saat ditemui setelah mengikuti simulasi.

Sementara itu, Ketua KPU Brebes, Muamar Riza Pahlevi mengatakan, simulasi ini untuk menginventarisir kemungkinan adanya kendala saat pemungutan suara. Termasuk menghitung waktu para pemilih dalam memberikan suaranya.

“Memang tadi melihat setiap pemilih butuh waktu lumayan sampai beberapa menit. Itu nanti kita inventarisir untuk dicarikan solusinya. Kalau perlu kita tambah jumlah tempat duduk agar mereka bisa menunggu dengan nyaman,” kata Riza. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.