Pemerintah Didesak Konsisten Terapkan Hukuman Mati untuk Bandar Narkoba

Politisi ini menilai bandar narkoba harus dijerat hukuman mati guna memberikan efek jera.

Sekretaris Departemen Pemerintahan DPP PDI Perjuangan Hanjaya Setiawan saat memaparkan gagasannya mengenai penindakan kasus penyalahgunaan narkoba. (metrojateng.com)

 

SEMARANG – Maraknya peredaran obat-obatan terlarang membuat pemerintah terus didesak untuk konsisten menerapkan hukuman mati bagi para bandar narkoba.

Bandar narkoba harus dijerat hukuman mati guna memberikan efek jera. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Departemen Pemerintahan DPP PDI Perjuangan Hanjaya Setiawan tatkala dimintai konfirmasinya, Sabtu (9/3/2019).

Menurut Hanjaya, peredaran narkoba merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Tindakan pemerintah dalam menjatuhkan sanksi tegas kepada semua pihak yang terbukti terlibat peredaran narkoba perlu didukung.

“Kalau hukuman mati diterapkan secara konsisten terhadap pengedar dan oknum aparat yang terlibat, maka efek jera akan muncul di kalangan pelaku bisnis yg merusak sumber daya bangsa dan negara tersebut,” ujar Hanjaya.

Ia pun mendorong pemerintah dalam melakukan penanganan hukum tetap harus memperhatikan aspek keadilan. Ia yang ikut nyaleg untuk DPR RI dapil I, Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kendal tersebut bahkan menyoroti keterlibatan aparat penegak hukum yang justru terlibat jaringan bandar narkoba.

Seharusnya, kata Hanjaya, kinerja aparat kepolisian, petugas lapas hingga para jaksa dan hakim pengadilan juga diperbaiki. Jika perlu dijatuhi sanksi terberat bagi yang terlibat peredaran narkoba.

“Karena sudah sering kita membaca berita bahwa lapas dijadikan tempat transaksi narkoba bahkan pusat komando,” paparnya.

Ia menambahkan perlu dilakukan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba di berbagai kalangan dengan menggandeng lembaga swadaya masyarakat anti-narkoba dan para remaja dan pelajar.

“Perlu keterlibatan orang tua dalam melakukan pengawasan. Yang tidak kalah penting adalah peningkatan aktivitas yang positif di lingkungan masing-masing seperti interaksi antarwarga yang dikemas dalam berbagai bentuk,” tandasnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.