Pembetonan Jalan di Sayung, Ini Jalur Alternatifnya

Berlaku Sampai 16 Mei

Satlantas Polres Demak mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari jalur Pantura, tepatnya di KM 8.350-8.750, Sayung, Demak

SEMARANG – Proyek beton jalan di jalur Pantura Semarang-Demak, tepatnya di KM 8.350-8.750 Sayung, Kabupaten Demak, telah dimulai pada hari Senin (22/4/2019) kemarin. Pekerjaan beton jalan tersebut akan berlangsung selama 25 hari sampai tanggal 16 Mei 2019 mendatang.

Terkait pekerjaan beton jalan tersebut, Satlantas Polres Demak mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari jalur Pantura, tepatnya di KM 8.350-8.750, Sayung, Demak. Pengguna kendaraan bermotor bisa menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan oleh Satlantas Polres Demak dan Unit Lantas Polsek Genuk Polrestabes Semarang.

“Khusus kendaraan kecil roda dua dan empat dapat menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan,” kata Kasatlantas Polres Demak, AKP Eko Rubiyanto, seperti dilansir dari akun Instagram@satlantas_polresdemak, Selasa (23/4/2019).

Jalur alternatif pertama untuk kendaraan roda dua dan empat dari arah Semarang menuju Demak dapat melalui daerah Genuk (Jalan Woltermonginsidi-Jalan Banjardowo)-Bulusari-Pamongan-Guntur-dan keluar Halte Buyaran-Demak.

Jalur alternatif kedua untuk kendaraan roda dua dan empat adalah melalui Genuk-Woltermonginsidi-Waru-Tumpi-Guntur-dan keluar di Halte Buyaran-Demak.

“Dari arah Semarang menuju Demak juga bisa melalui Genuk-Woltermonginsidi-Pedurungan-Mranggen-Pasar Karangawen-Halte Buyaran,” jelas Eko.

Sementara untuk arah Demak menuju Semarang dapat menggunakan jalur alternatif persimpangan Onggrorawe-Bulusari-Genuk-Semarang atau Onggrorawe-Waru-Woltermonginsidi-Genuk-Semarang.

Selain menyiapkan jalur alternatif, Satlantas Polres Demak juga akan memberlakukan sistem Contra flow di KM 8.350-8.750 Sayung, Demak.

“Contra flow diberlakukan untuk kendaraan besar yang tetapelintas di jalur Pantura. Anggita Satlantas juga ditempatkan di titik-titik tersebut untuk membantu kelancaran lalu lintas, 24 jam,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin membenarkan ada anggota Unit Lantas yang di-backup-kan terkait rekayasa lalu lintas tersebut. Anggota Polsek Genuk akan ditempatkan di titik-titik jalur alternatif yang melintas di wilayah Genuk.

“Iya, sudah ada koordinasi dengan Polres Demak. Proyek pekerjaan jalan itu lokasinya masuk wilayah hukum Polres Demak, kami hanya membantu untuk pengaturan lalu lintas di jalur alternatif yang memasuki wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang,” ungkapnya saat dikonfirmasiĀ metrojateng.com, Selasa (23/4/2019).

Zaenul menambahkan dalam pengaturan dan rekayasa lalu lintas ini dibutuhkan kerja keras dan kerja ekstra dari anggota. Hal itu dikarenakan jalur Pantura tersebut merupakan jalur utama. Banyak kendaraan dan armada, baik angkutan umum maupun angkutan barang yang melintas di jalur tersebut.

“Banyak pengguna jalan lokal yang menuju dan kembali dari pabrik-pabrik dan perindustrian di wilayah Genuk. Selain memberikan imbauan juga upaya paksa dengan mengarahkan kendaraan-kendaraan sedang dan kecil untuk menggunakan jalur alternatif,” pungkasnya. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.