Pembebasan Lahan PLTU Batang Alot, PLN Tempuh Konsinyasi

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Sisa lahan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang yang belum terbebaskan akhirnya diselesaikan dengan cara konsinyasi. Cara tersebut ditempuh karena proses pembebasan lahan tidak berjalan seperti rencana semula.

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara Sofyan Basir mengungkapkan, proses konsinyasi akan dilakukan oleh pemerintah pada pekan depan. Proses diperkirakan berjalan cepat karena lahan yang akan dibebaskan hanya sedikit. “Mungkin minggu ini atau minggu depan, jumlahnya sedikit sekali, hanya dua atau tiga orang saja karena yang lain tidak jadi kita bebaskan,” katanya, usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gubernuran, Senin (16/3).

Namun  Sofyan tidak bersedia menyebutkan berapa luas lahan milik warga yang akan dibebaskan melalui proses konsinyasi tersebut. Yang pasti, menurutnya pembayaran model konsinyasi itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Kepentingan Umum.

Cara konsinyasi ditempuh karena bagaimanapun PLTU Batang harus berjalan. “Kalau nggak nanti ‘gimana’ listriknya? kebutuhan energi lstrik semakin bertambah tiap tahun seiring dengan pertambahan penduduk, perumahan, dan industri,” ujarnya.

Ganjar Pranowo yang ditemui terpisah mengharapkan semua pihak memahami kebutuhan listrik di Jateng dan sekitarnya. Jika PLTU Batang tidak jadi dibangun maka diprediksi akan terjadi krisis listrik di Jateng pada 2017.

Untuk konsinyasi, Ganjar menyarankan agar proses itu dilakukan oleh PT Bhimasena Power Indonesia selaku investor, bukan oleh PT PLN mewakili pemerintah. Sebab jika oleh BPI maka harga yang diberikan lebih tinggi dibandingkan konsinyasi oleh PLN.

“Tapi kalau yang ambil alih PLN kan pakai uang negara Rp100 ribu per meter persegi, saya tidak ‘recommended’ itu karena saya lebih sayang rakyat,” tegasnya.(byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.