Pembebasan Lahan PLTU Batang Akhirnya Dikonsinyasi

image
Denah PLTU Batang (dok Petrominer.com)

?

SEMARANG – ?Meski masih ada warga yang belum bersedia melepaskan tanahnya, pembangunanPembangkit Listrik Tenaga Uap di Kabupaten Batang tetap akan dimulai. Sisa lahan yang belum terbebaskan akan dibayar dengan cara konsinyasi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa pembangunan tinggal menunggu pembayaran konsinyasi yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional.

“Sudah dikoordinasikan dengan BPN dan saat ini ‘leadernya’ BPN, tugas saya sudah selesai, kalau BPN selesai (membayar konsinyasi) ya tinggal dibangun,” katanya, Selasa (7/7).

Menurut Ganjar, pembayaran konsinyasi akan diurus sepenuhnya oleh BPN sesuai dengan wewenangnya. Ganjar memastikan bahwa proses pembangunan PLTU Batang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Menurutnya, hal itu didasari mendesaknya kebutuhan listrik di Jateng dan sekitarnya. “Kalau PLTU Batang tidak jadi dibangun maka diprediksi akan terjadi krisis listrik di Jateng pada 2017,” ujarnya.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan bahwa pembayaran konsinyasi bagi warga pemilih lahan yang terkena proyek PLTU Batang akan secepatnya dilakukan oleh pemerintah.

Pembayaran konsinyasi untuk pengadaan lahan PLTU Batang yang berkapasitas 2×1.000 megawatt itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Kepentingan Umum.

Cara konsinyasi terpaksa ditempuh karena proses pembebasan lahan tidak berjalan seperti rencana semula. “Pembangunan PLTU Batang harus jalan, kalau nggak nanti ‘gimana’ listriknya? kebutuhan energi lstrik semakin bertambah tiap tahun seiring dengan pertambahan penduduk, perumahan, dan industri,” tegasnya. (byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

1 + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.