Pembayaran Klaim BPJamsostek Jateng-DIY Didominasi JHT

Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku Pps Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY, Wiwik Septi Herawati memberikan keterangan kepada media di sela acara media gathering, Kamis (26/12/2019). Foto : metrojateng.com/anggun.

 

SEMARANG – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY hingga November 2019 telah membayarkan klaim jaminan sebanyak Rp2,4 triliun dengan 352 ribu kasus. Adapun, pembayaran tersebut didominasi klaim Jaminan Hari Tua (JHT).

Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku Pps Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY, Wiwik Septi Herawati mengatakan, dari klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP), pembayaran didominasi untuk klaim JHT.

“Dari total klaim Rp 2,4 triliun, klaim JHT mencapai Rp2,2 triliun dengan 296 ribu kasus,” ungkapnya didampingi Asisten Deputi Wilayah Bidang Umum dan SDM BPJAMSOSTEK Kanwil Jateng dan DIY, Dian Agung Senoaji seusai nonton bareng bersama awak media dalam rangkaian Media Gathering, Kamis (26/12/2019).

Tercatat, untuk pembayaran klaim Jaminan Kecelakaan Kerja per November 2019 mencapai Rp106 miliar dengan 21 ribu kasus, disusul Jaminan Kematian sebanyak Rp92 miliar dengan 3.300 kasus, dan Jaminan Pensiun Rp18 miliar dengan 31 ribu kasus. Sedangkan, untuk jumlah kepesertaan per November 2019 sebanyak 3,3 juta tenaga kerja dengan 79.803 badan usaha.

Sementara, sesuai dengan PP Nomor 82 Tahun 2019, peserta BPJamsostek akan banyak menerima tambahan manfaat.
Wiwik menjelaskan, untuk Jaminan Kematian santunan yang sebelumnya Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta; santunan pemakaman yang sebelumnya Rp3 juta menjadi Rp10 juta; santunan berkala yang sebelumnya Rp4,8 juta menjadi Rp12 juta; dan beasiswa yang sebelumnya minimal kepesertaan 5 tahun dengan 1 anak Rp12 juta menjadi minimal 3 tahun kepesertaan dengan 2 anak sesuai dengan jenjang pendidikan.

“Disamping itu, kenaikan manfaat juga untuk Jaminan Kecelakaan Kerja antara lain jika sebelumnya tidak ada home care, sekarang ada dengan maksimal manfaat 1 tahun dengan batasan Rp20 juta. Kemudian, santunan kematian akibat kecelakaan kerja juga diberikan minimum sebesar Rp 20 juta yang sebelumnya hanya Rp 16,2 juta atau diberikan maksimum sebesar 60 persen dikali 80 bulan upah,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan kampanye terkait perubahan nama panggilan call name BPJS Ketenagakerjaan menjadi BPJamsostek untuk mempermudah penyebutan dan penyampaian identitas bagi para peserta. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.