Pemancing Hanyut Ditemukan Mengambang di Bendungan Pleret

Jasad Anung ditemukan sekitar 12 kilometer dari lokasi pencarian awal

SEMARANG – Pemancing yang dilaporkan tenggelam diterjang banjir bandang di Kaligarang, Desa Patemon, Gunungpati, Semarang, akhirnya ditemukan. Anung Sandi Bakhtiar, nama pemuda berusia 23 tahun itu ditemukan dalam kondisi meninggal sejauh 12 kilometer dari titik pencarian awal.

Proses evakuasi pemancing yang hanyut terbawa banjir, Senin (17/12/2018). Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

Tubuh warga Ngruki RT 03/RW VI Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo itu ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan mengambang di bibir Bendungan Pleret Banjir Kanal Barat. Tim SAR pertama kali mendapati tubuh korban pukul 08.30 WIB, Senin (17/12/2018).

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Jateng Agung Hari Prabowo mengungkapkan pencarian tubuh korban dilakukan selama tiga hari. Pihaknya harus meminta bala bantuan dari ragam unsur. Mulai petugas BPBD, Polsek Gunungpati, Koramil 07 Gunungpati, Polrestabes Semarang, SARDA, MTA, IOF, Ubaloka, UKSA, Buser.

“Di hari ini kita evakuasi korban dalam posisi mengambang di pleret Banjir Kanal Barat, berjarak kurang lebih 12 kilometer dari lokasi pencarian awal,” kata Agung.

Selanjutnya korban di bawa ke RSUP Dr Kariadi sambil menunggu kedatangan keluarganya. “Saat ini kondisi aliran sungai berkedalaman bervariasi 40 CM sampai dua meter dan cuacanya cerah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Anung Sandi Bakhtiar terseret banjir bandang saat memancing bersama empat rekannya.

Ceritanya berawal tatkala Anung bareng empat temannya masing-masing  Darsono (35), Rudi (46), Kamdi (52), Santo(58) asyik mancing di Kaligarang yang terletak di Desa Patemon, Gunungpati, Sabtu (15/12) sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat tengah memancing, muncul banjir bandang yang membuat air Kaligarang meluap. Mereka pun berusaha menyelamatkan diri. Naman, Anung yang diduga kurang sigap kemudian terbawa arus sungai. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.