Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

– LAYANAN KESEHATAN- BPJS Kesehatan Cabang Semarang tetao memberikan layanan kesehayan di tengah pandemi Covid-19. Foto : ist/metrojateng.com

 

SEMARANG – BPJS Kesehatan Cabang Semarang bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang terhitung sejak 1 November 2017 telah meluncurkan program kerja sama di bidang pelayanan kesehatan semesta bagi penduduk di Kota Semarang atau yang lebih di kenal dengan Universal Health Coverage (UHC).

 

Sejak dikeluarkannya Peraturan Walikota Nomor 43 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan yang menggandeng BPJS Kesehatan Cabang Semarang, memberikan angin segar bagi penduduk kota Semarang yang belum memiliki jaminan kesehatan. Sehingga, pada akhirnya masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan dengah hak perawatan kelas 3.

 

Begitu eratnya, hubungan instansi antara Dinas Kesehatan Kota Semarang dan BPJS Kesehatan Cabang Semarang tentunya memberikan kelancaran koordinasi dalam pelayanan kesehatan terutama pada masa pandemi Covid 19 ini. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS dan masyarakat umum dengan memberikan masker, APD dan melakukan tes swab kepada tenaga medis.

 

“Apabila dokternya telah dilakukan test swab, kenapa masyarakat masih tidak percaya untuk berobat? tentunya ini menjadi tugas kita termasuk teman-teman dari BPJS Kesehatan untuk melawan hoaks yang beredar di masyarakat. Edukasi kepada masyarakat sangatlah perlu sehingga tingkat kepercayaan masyarakat dalam pelayanan kesehatan khususnya yang dilaksanakan oleh Dinas kesehatan dan BPJS Kesehatan tinggi,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochammad Abdul Hakam.

 

Di beberapa kesempatan sebelumya, Dinas Kesehatan Kota Semarang sendiri telah melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Semarang untuk mempermudah alur pelayanan konsultasi dokter bagi pelayanan pasien non gawat darurat baik melalui Mobile JKN, telepon, Video Call maupun whatsapp yang menggunakan nomor hp dokterdi fasilitas kesehatan.

 

Selain itu, telah dilaksanakan pula sistem peresepan obat secara online baik kepada peserta JKN-KIS maupun pasien umum, BUMOKSI sebagai salah satu pelayanan home care apabila pasien tidak bisa datang ke faskes maka ambulan motor yang akan datang kerumah rumah. Serta adanya aplikasi PUSTAKA (Puskesmas Tanpa Antrian) di seluruh Puskesmas di Kota Semarang. Aplikasi tersebut menjadi andalan Dinas Kesehatan Kota Semarang, pasien akan diatur jam kedatangannya berbanding dengan ketersediaan Dokter dan jam pelayanan Dokter dengan estimasi pemeriksaan setiap pasien kurang lebih dalam 1 jam 10 pasien.

 

 

“Kami juga memiliki Klinik Febris yang dibentuk di akhir Maret 2020, sehingga semua masyarakat yang datang ke Puskesmas dalam kondisi demam dilaksanakan pemisahan pelayanan dengan pasien tanpa gejala demam. Harapannya, apabila ternyata pasien dengan gejala demam tersebut ternyata positif Covid 19 dikemudian hari dapat diputus mata rantai penyebarannya lebih awal,” tutur Mochammad Abdul Hakam.

 

Menurut Mochammad Abdul Hakam, protokol sehat sering dikumandangkan, terdengar simple dan seolah mudah dijalankan, namun tidak semuanya dijalankan terutama oleh anak usia muda. Ia berpesan untuk jaga jarak, pakai masker jika keluar, dan cuci tangan.

 

“Sayapun menyampaikan pesan kepada PKFI dan ASKLIN agar teman-teman yang ada di Puskesmas atau di FKTP melakukan sosialisasi. Mengingat kata kunci dalam protokol kesehatan ini harus disosialisasikan dan dilakukan terus menerus dengan disiplin. Tanpa hal tersebut mau sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Yang dapat menyelesaikan pandemi ini adalah diri kita sendiri, tidak bisa hanya pemerintah saja yang berjalan. Mengingat di dalam tatanan kehidupan terdapat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, pengusaha, dan pewarta diharapkan bisa berkolaborasi,” tutupnya.(ris)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.