Pelayanan Dispendukcapil Kendal Dinilai Bertele-tele

ilustrasi
?
KENDAL Seakan menjadi sebuah dilema, pelayanan cepat yang dilalukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) Kendal harus terganjal dengan aturan dan prosedur yang ada.  Hal ini diakui Kepala Disdukpencapil Tatang Iskandaryanto bahwa  aturan yang dibuat mengharuskan segala pengurusan dilakukan sesuai dengan tahapan atau prosedur-prosedur tertentu.
Sebagai contoh, lanjut Tatang, dalam proses perpanjangan atau perubahan Kartu Keluarga (KK) berdasarkan Perpres No 25 Tahun 2008 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan dan Catatan Sipil, seseorang diharuskan untuk membawa surat pengantar dari RT dan Kelurahan, mengisi dan menyerahkan form F1, F5, dan F6, untuk dibawa ke Kantor Kecamatan. Selanjutnya form yang telah diisi tersebut bersama dengan surat pengantar Kecamatan, diserahkan petugas untuk diproses di Disdukpencapil.
“Hal ini tentunya membutuhkan waktu yang lama, apalagi harus dilakukan penandatanganan basah. Namun, peraturan yang ada memang mengharuskan seperti itu. Sehingga jika jumlahnya banyak, maka akan melalui proses panjang atau berhari-hari. Bagi mereka yang benar-benar mempunyai kebutuhan mendesak, tentu akan sangat kerepotan sekali,” jelasnya.

Prosedur bertele-tele juga dirasakan bagi mereka yang ingin membuat akta kelahiran, namun tidak bisa menunjukkan surat nikah suami dan isteri atau orang tua dari anak tersebut. Proses panjang pengurusan tersebut, diatur dalam Permendagri No 19 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pendokumentasian Hasil Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil di Daerah.

“Kalau menuruti prosedur aturan yang ada, maka prosesnya memang tidak bisa selesai dalam hitungan menit. Tetapi justru hal ini acapkali dianggap masyarakat, bahwa pelayanan yang diberikan Disdukpencapil bertele-tele dan tidak bisa cepat,” tuturnya.

Dilema tersebut benar-benar dirasakan Disdukpencapil Kendal, sementara di sisi lain, pihaknya dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat. Aturan pusat yang tidak sesuai atau sinkron dengan realita di lapangan tersebut, yang seringkali tidak dimengerti oleh masyarakat. Sehingga tidak jarang berbagai kritikan dilayangkan kepada pihak Disdukpencapil, tanpa mengetahui situasi yang sebenarnya terjadi.

“Namun, bagi mereka yang benar-benar membutuhkan mendesak dan tinggal jauh dari kantor Disdukpencapil, sebisa mungkin kami usahakan untuk mendapatkan prioritas pelayanan cepat,” terangnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 4 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.