Pelanggaran Kampanye Masih Banyak, Bawaslu Ajak Masyarakat Awasi Pemilu

Hasil pengawasan Bawaslu mendapati dugaan pelanggaran sebanyak 21 kasus. Sedangkan pelanggaran alat peraga kampanye atau APK mencapai 4.067 APK. 

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, memberi keterangan ke awak media. (Masrukhin Abduh/metrojateng.com)
SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang bakal mengintensifkan pengawasan kampanye di lapangan seiring dengan sisa waktu kampanye yang tinggal sekitar tiga bulan lagi. Salah satunya dengan memaksimalkan gerakan masyarakat pengawasan partisipatif atau gempar, yang akan melibatkan berbagai stakeholder.

 

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, memasuki tahun 2019, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu di tahun 2018. Di antara yang menjadi catatan Bawaslu di tahun 2018 adalah soal daftar pemilih tetap (DPT). Di mana Bawaslu masih menemukan data tidak memenuhi syarat.

 

‘’Data tidak memenuhi syarat yang kami temukan sebanyak 766, hingga setelah dilakukan pencermatan ulang data DPT terakhir sebanyak Rp 1.076.074 pemilih,’’ ujarnya, Kamis (10/1/2019).

 

Sementara dalam hal kampanye, Muhammad Amin menjelaskan Bawaslu mencatat sejak tanggal 23 September hingga Desember 2018, ada sebanyak 398 kali kampanye baik tatap muka maupun dalam bentuk deklarasi dan pertemuan terbatas.

 

Dari hasil pengawasan Bawaslu mendapati dugaan pelanggaran sebanyak 21 kasus. Sedangkan pelanggaran alat peraga kampanye atau APK mencapai 4.067 APK. Atas masih banyaknya temuan tersebut, Bawaslu Kota Semarang mengaku akan mengintensifkan pengawasan di tahun 2019.

 

‘’Salah satunya, kami akan memaksimalkan Gempar atau gerakan masyarakat pengawasan partisipatif,’’ katanya.

 

Sehingga diharapkan dengan kegiatan gempar tersebut, berbagai bentuk pelanggaran kampanye dan penyelenggaraan pemilu tahun 2019 dapat diminimalisasi. Seperti di tahun 2018, Amin menegaskan Bawaslu juga masih akan menekankan pada pencegahan dibandingkan dengan penindakan. (duh)

 

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.