Pelaku Perusakan Makam di Magelang Diduga Orang yang Sama

Total 21 makam yang dirusak di tiga lokasi berbeda, yakni TPU Giriloyo, Malangan dan Kiringanp

MAGELANG – Polisi mengantongi bukti baru dalam kasus perusakan makam di Magelang. Pelaku diduga dari luar kota dan melakukan perusakan di tiga lokasi berbeda.

Plt Sekda Kota Magelang Sumartono saat meninjau makam yang diduga di rusak di Giriloyo, Kamis (3/1/2019). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati 

“Kami telah ketahui ciri-ciri pelakunya berdasar keterangan saksi yang mengetahui aksi pelaku saat melakukan perusakan di area TPU Kampung Malangan, Kecamatan Magelang Selatan,” ungkap Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Dharmawan, saat ditemui di sela serah-terima hasil Bulan Dana PMI 2018 di Pendopo Pengabdian, Jumat (4/1/2019).

Ia menyebutkan, lokasi perusakan nisan ada di tiga TPU, yakni TPU Giriloyo, TPU Kiringan, dan TPU Malangan. Di TPU Malangan, ujar Kristanto, ada saksi yang sempat melihat pelaku.

“Saksi tersebut sudah menyebutkan ciri-cirinya. Kami tidak bisa menyampaikan ciri-ciri pelaku ke publik,” ujarnya.

Untuk memastikannya, pihaknya sedang mencocokkan ciri-ciri pelaku yang disebutkan oleh saksi dengan rekaman CCTV yang diambil dari daerah sekitar TPU Giriloyo. Dari upaya pencocokan ini, ia berharap pelaku akan bisa segera diketahui dan tertangkap.

Ia memaparkan, dari hasil sementara penyelidikan, perkiraan awal aksi perusakan dilakukan pada 25 Desember di TPU Giriloyo. Lalu, 30 Desember perusakan di TPU Kiringan dan 1 Januari di TPU Malangan.

“Dari rangkaian ini, kami menemukan metode yang sama, yakni merusak dan mencongkel nisan,” katanya.

Total nisan makam yang dirusak berjumlah 21 buah. Dari jumlah itu, sebanyak 18 nisan merupakan makam non-muslim, sedangkan 3 nisan makam muslim. Pihaknya menduga, pelaku perusakan orang yang sama.

Untuk mendukung upaya pengungkapan kasus ini, pihaknya saat ini menggelar operasi yustisi. Operasi ini untuk mendata para pendatang baru di Kota Magelang periode dari 25 Desember 2018 sampai sekarang.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kota Magelang untuk memperbaiki makam yang dirusak. “Kami harap pula para ahli waris yang mengetahui nisan makam keluarganya yang rusak untuk segera melapor,” katanya.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengaku prihatin dengan kasus yang baru pertama kali ini terjadi. Ia pun minta warga untuk tidak terpancing isu-isu yang bisa membuat suasana tidak kondusif. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.