Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Asal Merauke Ternyata Teman Kuliah

Motif Dendam

Berawal minum miras, pelaku dan korban terlibat masalah sepele hingga terjadi pembunuhan.

Kedua tersangka saat digelandang ke Mapolsek Genuk. (metrojateng.com/Ahmad Khoirul Asyhar)

 

SEMARANG – Dominikus Liborius Awi (24), mahasiswa asal Merauke, Papua, yang ditemukan tewas di depan Tempat Penimbunan Pabean Sementara (TPPS) KPPBC Tanjung Emas, Kawasan Industri Terboyo Blok D, ternyata dibunuh oleh teman kampusnya. Itu terungkap setelah polisi berhasil menangkap dua tersangka dalam waktu kurang dari 24 jam. Pembunuhan tersebut dilatarbelakangi dendam.

Dua tersangka diketahui bernama Yeheskiel Lede Bani (25), dan Ishak Bani (23). Keduanya merupakan warga asal Wawewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Yehezkiel ditangkap di tempat kosnya di daerah Sendangguwo Tembalang sedangkan Ishak ditangkap di tempat kerjanya di sebuah cafe kawasan Kota Lama Semarang, Selasa (26/2/2019) malam.

“Kasus ini terungkap berkat kerja keras Tim Resmob Polrestabes Semarang. Dua tersangka berhasil ditangkap sekitar 10 jam setelah kejadian. Motifnya dendam karena tersangka pernah dicekik oleh korban,” kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin di Mapolsek Genuk, Rabu (27/2/2019).

Zaenul menjelaskan, antara korban dan kedua tersangka saling kenal. Mereka merupakan teman satu kampus di Semarang. Sebelum peristiwa pembunuhan ketiganya sempat berkumpul di tempat kos korban di daerah Pendrikan Tengah, Semarang.

“Dua tersangka ini kami kenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” ungkapnya.

Sementara itu tersangka Yeheskiel mengaku ia dendam lantaran korban memaksa minum miras saat berkumpul bersama di kos korban. Saat itu menolak dan mengajak Ishak pulang. Namun korban justru mencekiknya.

“Saya diajak minum, saya tolak. Saya dicekik dulu, di kosnya. Setelah itu saya mau pulang, korban menangis dan minta maaf tapi saya masih dendam. Saya juga pernah diancam mau dihabisi,” ujarnya.

Selanjutnya korban meminta tersangka mengantar ke Pasar Kobong untuk membeli ikan. Mereka berangkat menggunakan satu sepeda motor berboncengan tiga orang. Yeheskiel menjadi joki, tersangka Ishak di tengah, dan korban di belakang.

“Saya tidak hafal jalannya, terus korban memandu saya sampai ke kawasan industri itu. Di sana berhenti dan begitu sepi langsung saya pukul pakai batu dan menyayat leher pakai cutter milik korban,” ucapnya sambil mengusap air mata. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.