Pelaku IKM Harus Cerdas Manfaatkan Teknologi Informasi

Pelaku IKM di Kota Magelang dituntut terus berkembang, meningkatkan kualitas produk serta memiliki daya saing tinggi.

MAGELANG – Banyak pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Magelang yang belum memiliki jiwa wirausahawan. Mereka masih membuat produk tapi belum berorientasi pada nilai jual serta daya saing rendah, termasuk belum optimal memanfaatkan teknologi informasi.

Ketua Dekranasda Kota Magelang Yetty Biakti Sigit Widyonindito (kanan) menunjukkan produk batik hasil karya pengrajin. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Banyak di antara mereka masih sekadar membuat produk saja. Maka kami melatih mereka agar membuka wawasan luas, jangan seperti ‘katak dalam tempurung’, jangan merasa produk mereka sudah paling bagus,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, dalam acara saresehan bagi para perajin serta pengusaha kecil yang tergabung dalam Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Senin (25/3/2019).

Sarasehan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan jiwa wirausahawan  bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Menurut Sri, beberapa hal yang perlu dipelajari pelaku IKM antara lain tentang pengelolaan usaha, manajemen keuangan dan teknologi informasi. Tumbuhnya wirausahawan muda saat ini diharapkan bisa berkolaborasi dengan pelaku lama untuk mengembangkan wawasan.

Selain pelatihan, pemerintah juga memberikan pendampingan tanpa menimbulkan ketergantungan bagi mereka. Untuk diketahui IKM di Kota Magelang saat ini sudah mencapai sekitar 2.070 dan sebanyak 400 di antaranya bergerak di bidang kerajinan.

Ketua Dekranasda Kota Magelang Yetty Biakti Sigit Widyonindito, menuturkan sarasehan yang mengangkat tema “Networking dan Inovasi untuk Eksistensi dan Bisnis” itu digelar sebagai rangkaian peringatan HUT ke-39 Dekranas 2019.

Yetty berharap, pelaku IKM di Kota Magelang terus berkembang, meningkatkan kualitas produk serta memiliki daya saing tinggi. “Para perajin harus bisa berinovasi, produk yang dihasilkan punya ciri khas tersendiri. Harus ulet, semua yang sudah besar dulu juga dari kecil,” ucapnya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.