Pelajar, Sasaran Empuk Pengedar Narkoba

Pelajar  SMAN 3 Kota Magelang membubuhkan tanda tangan pada spanduk berisi komitmen untuk tidak menyalahgunakan narkoba. Tanda tangan dilakukan usai cara penyuluhan penyalahgunaan narkoba oleh GRANAT, di aula sekolah setempat, Selasa (12/9). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

SEMBILAN siswa sekolah menengah dalam satu kelas menelan pil excimer pada jam pelajaran pertama. Tak lama kemudian 42 siswa lain menelannya juga. Itu adalah jenis pil yang mengandung psikotropika. Anak-anak itu menyebut pil tersebut sebagai obat penenang. Mereka beramai-ramai memakan pil itu menjelang ujian nasional Maret 2017 lalu.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Temanggung, Sonny Hendrawan menceritakannya kepada 300 siswa SMA Negeri 3 Kota Magelang, Selasa (12/9). “Ini benar-benar terjadi di Temanggung. Sangat memprihatinkan,” kata Sonny.

BNN mengetahuinya dari seorang siswa yang melapor ada yang mengonsumsi narkoba di sekolahnya. Kasus itu kini ditangani Polres setempat. Sementara para siswa saat ini sedang menjalani rehabilitasi di bawah BNN Temanggung.

“Anak-anak itu memohon agar kami tidak memberi tahu orang tua mereka. Tapi itu tidak mungkin, kami tetap memanggil orang tua. Hampir seluruh orang tua kaget. Sebab di rumah, perilaku anak-anak itu sangat manis dan penurut,” kata Sonny.

Ia memaparkan data, jumlah pemakai narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa mencapai 27 persen dari total penyalahguna narkoba yang sedikitnya mencapai 4 juta orang. Sedangkan jumlah pemakai kalangan pekerja mencapai 50 persen, dari kalangan tidak bekerja 22 persen.

Kalangan remaja, menurut Sonny, paling rentan menjadi sasaran para pengedar. Rentang usia penyalahguna narkoba adalah 14 sampai 50 tahun. “Banyak kasus muncul yang korbannya adalah remaja,” demikian Sonny. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan pergaulan remaja. Kesalahan memilih teman bergaul bisa menjerumuskan remaja dalam jurang penyalahgunaan narkoba.

Memberi pengertian kepada remaja harus terus dilakukan. Salah satunya dengan penyuluhan kepada mereka. Seperti yang dilakukan Gerakan Anti Narkotika (Granat). Ketua Sukarelawan Granat, Budi Handoko menyebut, mereka terus aktif member sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada para pelajar, dengan menggandeng BNN.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Kota Magelang, Ery Widyo Saptoko mengatakan, Kota Magelang termasuk salah satu kota yang menjadi sasaran empuk para pengedar. “Tingkat konsumsi narkoba di Kota Magelang cukup tinggi. Banyak faktor penyebabnnya. Di antaranya lingkungan, keluarga, dan faktor diri pribadi pengguna,” katanya.

Yang paling banyak berpengaruh adalah lingkungan. Terbukti, tak sedikit remaja yang terlibat kasus narkoba berasal dari keluarga baik-baik (MJ-24)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

89 − = 86

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.