Pekan Film Semarang 2018 Angkat Film Omnibus

Sub genre omnibus film dipilih karena dianggap mewakili semangat kolaborasi secara luas dalam film

SEMARANG – Untuk kali kedua, Pekan Film Semarang 2108 hadir dan menyuguhkan puluhan film yang tidak bisa ditonton di bioskop. Pada tahun ini, Pekan Film Semarang memilih film dengan tema omnibus untuk tiga hari pemutaran film di Tekodeko, Kota Lama Semarang, mulai Jumat (21/9) hingga Minggu (23/9).

Pemutaran film karya peserta Weekend Film Challenge di Tekodeko, Kota Lama Semarang, Kamis (20/9/2018) petang. Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Dijelaskan oleh koordinator Sineroom, Ardian Agil film omnibus merupakan sub genre sekumpulan film berdurasi pendek yang disajikan dalam satu kesatuan film berdurasi panjang dan terkadang disatukan pula oleh tema atau premis yang sama.

“Sub genre omnibus film dipilih karena dianggap mewakili semangat kolaborasi secara luas dalam film. Selain itu, film pendek masih dianggap sebagai permulaan bagi sineas sebelum menelurkan karya film panjangnya, sehingga film omnibus seringkali menjadi ajang bagi sekelompok sineas muda, seringkali dari kota yang sama untuk mengenalkan karya-karya mereka kepada publik yang lebih luas,” katanya, Kamis (20/9/2018).

Beberapa film-film omnibus yang akan diputar mewakili semangat kolaborasi tersebut antara lain Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran (2017),  Ziarah Kenangan (2017), 9808 (2008), Princess, Bajak Laut dan Alien (2014), Rumah dan Musim Hujan (2012) dan Luka Triple Threat.

Selain itu di Pekan Film Semarang juga akan memutar 21 film pendek, yang tediri dari dua film non competition, 12 film pendek hasil submisi, tujuh film pendek hasil weekend film challenge.

Dua film non competition merupakan film garapan sineas pilihan kami yang dianggap memiliki nilai estetik di atas film-film produksi Semarang, yaitu Gendhuk (Farizal Famuji) dan Kisah Argo dan Sepatu (Nara Nugroho). Film submisi merupakan hasil kurasi atas lebih dari 50 judul film yang masuk melalui open submission yang dilakukan selama bulan Agustus 2018.

Selain pemutaran film, dalam Pekan Film Semarang kali ini juga digelar acara talkshow untuk pengembangan para sineas muda, antara lain mengenai pembuatan original soundtrack, scoring, perbincangan mengenai film-anak dan sebagainya. (ade)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.