Pejabat TNI-Polri Nobar Film Sultan Agung Bersama Mooryati

Properti film diserahkan kepada warga di Desa Gamplong, Sleman, Yogyakarta.

SEMARANG- Sejumlah pejabat di Jawa Tengah menggelar nonton bersama (nobar) film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta (2018) bersama produser eksekutif film sekaligus Presiden Direktur Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo di gedung bioskop Paragon Mal, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Selasa (9/10/2018).

Nonton bareng film Sultan Agung di Paragon Mal, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Selasa (9/10/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Mooryati pada usia 90 tahun mewujudkan cita-citanya membuat film itu. Menurut dia, film berdurasi 240 menit itu merupakan salah satu wujud kebudayaan bangsa Indonesia sebagai karya seni untuk mengingatkan generasi muda terhadap jasa leluhur.

“Saya merasa gembira dengan kehadiran film ini. Sebab saya ingin menampilkan tayangan yang mampu menggambarkan sejarah Sultan Agung secara utuh,” kata dia.

Mooryati menganggap film Sultan Agung menjadi alternatif tontonan bagi anak-anak kekinian yang selama ini cenderung disuguhi tontonan film horor yang kurang mendidik.

“Di dalam film menunjukan betapa besarnya sumber daya alam, makanan kita dan sumber pengetahuan kita,” ujarnya.

Ia mengatakan Sultan Agung sebagai Raja Mataram Kuno dahulu kala terbukti bisa menyatukan berbagai kelompok masyarakat yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Bersama para prajurit Kerajaan Mataram, Sultan Agung tanpa kenal lelah berjuang mengusir pasukan kolonial VOC yang masuk ke Jawa.

“Ini tidak hanya tontonan. Tapi juga tuntunan bagi kita semua. Dia tokoh besar setelah Kerajaan Majapahit. Maka dalam film tersebut digambarkan pula pesan-pesan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Dalam nobar itu ada Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono dengan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen Wuryanto. Masing-masing pejabat bersama dengan istri. Condro mengatakan, properti film di Desa Gamplong, Sleman, Yogyakarta milik Mooryati telah dihibahkan kepada masyarakat setempat.

“Ini tentunya bisa menggugah rasa nasionalis dan semangat perjuangan seperti apa yang dilakukan Sultan Agung selama 350 tahun melawan penjajah,” kata Condro. (far).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.