PDAM Semarang dan RSUD Agar Lebih Kreatif

Perlu bekerja keras untuk meningkatkan kinerja pelayanannya kepada masyarakat agar tidak ada lagi persoalan.

SEMARANG- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan jajaran direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal harus melakukan kreatifitas dan inovasi.


Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dalam acara penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Balai Kota Semarang, Selasa (13/11/2018).

Perlu bekerja keras untuk meningkatkan kinerja pelayanannya kepada masyarakat agar tidak ada lagi persoalan.

Hal itu diungkapkan wali kota saat penandatanganan MoU antara PD Perpamsi Jateng dan Arsada wilayah Jateng dengan perwakilan BPKP Provinsi Jateng dan Yogyakarta, di ruang Loka Krida Gedung Moch Ichsan Balai Kota Semarang, Selasa (13/11/2018).

Kerjasama tersebut dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan air bersih dan pelayanan kesehatan. Kaitannya dengan MoU itu, menurut wali kota PDAM dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) memiliki peran strategis untuk mendukung misi tersebut. Karena kedua institusi itu bergerak di bidang pelayanan air bersih dan kesehatan, yakni kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagai tuan rumah, wali kota yang akrab disapa Hendi, mengaku memberikan apresiasi dengan adanya penandatangan MoU tersebut. Karena bagaimanapun, persoalan air bersih dan kesehatan adalah isu penting di negara Indonesia termasuk juga di Kota Semarang.

“Pada tahun 2019 telah dicanangkan program 100-0-100. Yaitu 100 persen akses air minum untuk warga, 0 persen wilayah kumuh, dan 100 persen sanitasi yang baik. Dengan mengimplementasikan hal itu ujungnya terpenuhinya kebutuhan air bersih dan kesehatan,” ujarnya.

PDAM sebagai perusahaan milik daerah atau kekayaan daerah yang dipisahkan, katanya, dapat diibaratkan dua sisi mata uang. Di satu sisi dituntut memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat, di sisi lain diharapkan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sedangkan RSUD umumnya telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), bagian dari Organisasi Perangkat Daerah. Mereka diberi
keleluasaan (fleksibilitas) dalam mengelola sumber dayanya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan begi masyarakat.

Hendi mengakui, dengan masih adanya problematika tentang kebutuhan air bersih, PDAM tetap dituntut untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat. Namun disisi lain saat ini air sudah tidak murah lagi dikarenakan faktor alam dan meningkatnya jumlah manusia.

“Untuk itu, diperlukan kreatifitas dan inovasi yang harus dilakukan oleh jajaran direksi PDAM. Perlu manajemen yang baik, ireksi beserta jajarannya perlu bekerja keras untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” katanya.

Ditegaskan, melalui penandatanganan ini, diharapkan dapat menghasilkan jalan keluar yang baik, untuk mengatasi persoalan air bersih dan kesehatan. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.