PDAM Alihkan Air di IPA Kaligarang untuk Wilayah Tengah

IPA Kaligarang selama ini kan untuk menyuplai kebutuhan air bersih di wilayah barat.

SEMARANG- Plt Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Muhammad Farchan menyatakan, air baku dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kaligarang nantinya semua akan dipakai menyuplai kebutuhan air bersih di wilayah tengah Kota Semarang.

Diskusi soal pengelolaan PDAM di Menara Suara Merdeka, Rabu (29/08/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

“IPA Kaligarang selama ini kan untuk menyuplai kebutuhan air bersih di wilayah barat, namun nanti akan didorong untuk melayani kebutuhan air bersih di wilayah tengah,” katanya dalam diskusi di Menara Suara Merdeka, Rabu (29/08/2018).

Pengalihan tersebut akan mengurangi beban IPA Kudu di daerah Kecamatan Genuk, yang selama ini melayani suplai kebutuhan air bersih di wilayah timur dan juga tengah. Ke depan, IPA Kudu hanya akan melayani wilayah timur seperti wilayah Kecamatan Genuk, Pedurungan, Gayamsari dan sebagian Tembalang.

Untuk wilayah barat sendiri, kata Farchan, nantinya akan disuplai kebutuhan air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat. Proyek SPAM ini saat ini sedang dibangun dengan biaya investasi Rp 1,2 triliun.

“Sistem ini akan memanfaatkan air baku Waduk Jatibarang dengan kapasitas mampu mencapai 1.000 meter kubik per detik untuk 60 ribu sampai 70 ribu sambungan baru,” ujarnya.

SPAM Semarang Barat ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tugu, Ngaliyan dan Semarang Barat.

Selain itu, pihaknya juga akan membangun SPAM Jatisari dan SPAM Pudakpayung. SPAM Pudakpayung untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah selatan seperti Kecamatan Banyumanik dan Tembalang.

“SPAM Jatisari nanti untuk menyuplai kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Mijen dan Ngaliyan,” jelas Farchan.

Pembangunan tiga Spam tersebut akan selesai dilakukan pada 2021. Sementara IPA Kudu juga sedang dilakukan perbaikan yang ditargetkan selesai akhir tahun 2019.

“Dengan keberadaan tiga SPAM tersebut, harapannya krisis air bersih di Kota Semarang bisa terselesaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jateng, Ngargono mengatakan, agar PDAM memprioritaskan pelanggan lama, jika nanti tiga proyek SPAM tersebut telah selesai dan berjalan lancar.

“Jangan sampai malah yang didahulukan sambungan baru, tapi pelanggan lama yang sudah merasakan air mati dan keruh malah tidak ada perbaikan,” tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.