Patuhi Aturan KPK, Tasdi Pasrah Diborgol

Hanya sebagian uang pemberian dari beberapa pihak yang belum sempat digunakan untuk modal pemenangan partai. Termasuk uang pemberian dari Ganjar Pranowo senilai Rp 100 juta

SEMARANG – Ada pemandangan menarik tatkala Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi selesai menjalani sidang perkara korupsi yang menjeratnya menjadi terdakwa. Saat keluar ruang sidang Pengadilan Tipikor di Jalan Suratmo Semarang, sejumlah penyidik KPK buru-buru menghampiri Tasdi. Seorang penyidik memberi Tasdi rompi oranye berlogo KPK, serta memakaikan borgol pada kedua tangan politikus PDIP tersebut.

Mengomentari perlakuan penyidik KPK itu, Tasdi menyebut dirinya harus mematuhi segala jenis aturan yang berlaku. Termasuk saat kedua tangannya diborgol. “Sesuai kode etik yang ada di KPK, saya harus patuhi semuanya,” kata Tasdi.

Sidang hari ini, Senin (07/01/2019) digelar dengan agenda pemeriksaan terdakwa dugaan suap dan gratifikasi proyek Islamic Center Purbalingga. Perkara ini diduga merugikan negara hingga Rp 22 miliar.

Saat mengikuti agenda pemeriksaan terdakwa, Tasdi mengakui semua perintahnya untuk memuluskan proyek tersebut. Ia mengaku butuh sokongan dana untuk modal pemenangan kampanye Pilgub Jateng yang diikuti jagoan PDIP, Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Tasdi menjelaskan, tak semua uang pemberian kepala dinas dan Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto digunakannya. Ia berdalih hanya sebagian uang pemberian dari beberapa pihak yang belum sempat digunakan untuk modal pemenangan partai.

Termasuk uang pemberian dari Ganjar Pranowo senilai Rp 100 juta. Ia sempat punya rencana untuk memakai uang pemberian Sang Gubernur untuk biaya buka bersama dengan seluruh kader partai banteng moncong putih pada 10 Juni 2017 di GOR Satria.

“Tapi uangnya belum digunakan. Karena saya keburu ditangkap KPK. Uangnya dibawa KPK. Rencana pada 10 Juni untuk buka bersama,” tuturnya. (far)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.