Patrick Mota, Kepingan Terakhir yang Dibutuhkan PSIS

Ekspatriat asal Brasil itu punya kemampuan beroperasi sebagai gelandang tengah, gelandang bertahan maupun box-to-box midfielder.

SEMARANG – PSIS Semarang mengisyaratkan bakal menyudahi aktivitas di bursa transfer. Patrick Silva Mota jadi kepingan terakhir untuk menambah kedalaman skuad arahan Jafri Sastra.

Kehadiran Patrick Mota melengkapi kuota empat pemain asing PSIS Semarang. Foto: dok Istimewa

“Dengan bergabungnya Patrick Mota PSIS sudah memiliki empat pemain asing, artinya tidak ada lagi pemain yang datang. Kami optimistis dengan kualitas Patrick Mota akan membuat PSIS semakin kuat,” kata Komisaris PT Mahesa Jenar Semarang, Kairul Anwar, Rabu (24/4/2019).

Mota bakal menambah persaingan di lini tengah Mahesa Jenar. Ekspatriat asal Brasil itu punya kemampuan beroperasi sebagai gelandang tengah, gelandang bertahan maupun box-to-box midfielder.

Di posisi tersebut Mota akan bersaing dengan M Yunus, Arthur Bonai serta tiga pemain muda, Heru Setyawan, Tegar Infantrie dan Eka Febri. Pemain asing lainnya, Shohei Matsunaga juga bisa menempati beberapa posisi di lini tengah.

Musim lalu, tiga gelandang tengah lebih sering diisi oleh M Yunus, Ibrahim Conteh dan Nerius Alom. Dua nama terakhir sudah tidak ada di dalam skuad. Sementara Yunus harus menepi setidaknya selama empat bulan karena cedera lutut.

Patrick Mota terlihat cukup ideal sebagai gelandang bertahan. Dia bisa memainkan ‘pekerjaan kotor’ untuk memutus serangan lawan.

 

Bio Patrick Silva Mota
Lahir 7 Agustus 1992
Negara Brasil
Nomor Punggung 5
Karir Klub

2019 Sampaio Corrêa
2018 América-RN Bragantino
2017 Botafogo-PB
2016-2017 Treze
2014-2015 Desportivo 7 de Setembro-MS
2013 Gremio Prudente SInop
2012 Penapolense Ferroviaria Ivinhema
2010 Cruzeiro U-17

 

“Sepakbola di Indonesia menuntut pemain bisa lebih fleksibel, utamanya pemain asing. Seorang gelandang bertahan juga harus bisa memberi servis pemain-pemain di depannya saat memulai serangan. Dia (Mota) juga siap untuk itu,” urai Antonio Telles, selaku agen Patrick Mota.

Keberadaan Mota diharapkan bakal mereduksi beban para gelandang serang. Septian David Maulana atau Shohei Matsunaga bisa lebih tenang saat merancang serangan karena ada Mota di belakangnya.

Pemain jebolan Cruzeiro U-17 tersebut tinggal beradaptasi dengan tim barunya. Meski baru menjajal peruntungan di negeri orang, Mota diyakini tak bakal kesulitan menyesuaikan diri karena faktor Wallace Costa dan Claudir Marini Jr, duo Samba yang sudah lebih dulu menetap di PSIS. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.