Pastikan Pemilu Aman, Polres Tegal Gelar Simulasi

Simulasi digelar untuk melatih kesiapan anggota Polri menghadapi aksi unjuk rasa anarkis saat Pilpres 2019 mendatang.

TEGAL – Ratusan orang yang tidak puas dengan hasil Pilpres 2019 mendatangi Kantor KPU Kabupaten Tegal, menuntut dilakukan pemilihan ulang. Massa memaksa masuk ke Kantor KPU yang dihadang pagar betis aparat Polres Tegal. Upaya negosiasi yang dilakukan sejumlah polisi wanita ditolak pendemo.

Massa pendemo Kantor KPU Tegal dipukul mundur personel Polres Tegal dan kendaraan water canon. Foto : metrojateng.com/ adithya

Massa tetap memaksa merangsak masuk ke KPU sehingga kericuhan pun pecah. Bentrokan antara massa pendemo dengan personel Polres Tegal tak terhindarkan. Massa melempari Polisi dengan batu. Salah satu massa jatuh pingsan dan diamankan petugas medis.

Massa yang tersulut emosi kembali merangsek masuk ke KPU setempat. Beruntung para pendemo berhasil dipukul mundur setelah petugas mengerahkan anjing pelacak dan kendaraan water canon, serta gas air mata.

Adegan tersebut merupakan simulasi Sispamkota yang digelar Polres Tegal, Selasa (5/3/2019) siang. Simulasi digelar untuk melatih kesiapan anggota Polri menghadapi aksi unjuk rasa anarkis saat Pilpres 2019 mendatang.

“Dengan simulasi ini kami berharap seluruh personel semakin siap dan dapat menangani tahapan unjuk rasa secara cepat dan tepat sesuai prosedur,” terang Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto usai simulasi.

Menurutnya, keseluruhan personel gabungan TNI Polri mencapai dua banding tiga. Nantinya, pada Pemilu 17 April 2019 mereka akan diterjunkan untuk mengamankan 4.353 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 281 desa.

“Jumlah TPS tersebut, beberapa di antaranya dikategorikan sebagai TPS yang cukup rawan,” tutup Kapolres. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.