Pastikan Pasokan Cabai DKI Aman saat Ramadan, Sandiaga Blusukan sampai Magelang

MAGELANG – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memantau langsung lahan cabai rawit di Dusun Tanggulangin Desa Girikulon Kecamatan Secang Kabupaten Magelang, Minggu (29/4). Sandi ingin memastikan ketersediaan cabe terutama menjelang Puasa dan Lebaran 1439 H di DKI Jakarta aman.

Sandiaga Pastikan Cabai Stabil
Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno memantau cabai di Kabupaten Magelang, Minggu (29/4). Foto: ch kurniawati

“Kami dari Provinsi DKI Jakarta ingin agar rantai distribusi tata niaga lebih sederhana, terbuka dan berkeadilan. Dengan demikian, para petani menjadi lebih makmur dan pedagang juga senang,” katanya.

Kedatangannya ke Magelang juga disertai pedagang dari pasar induk Kramat Jati dan PD Pasar Jaya agar mereka tahu kalau selama ini suplai cabai di Jakarta berasal dari Magelang. Harapannya, pedagang cocok dan ini juga untuk mengantisipasi lonjakan harga terutama menjelang Puasa dan Lebaran.

Selain bekerja sama dengan petani di Magelang, imbuh Sandi, pihaknya  juga banyak melakukan kerja sama dengan petani lain, seperti bawang merah di Brebes, dan peternak sapi perah di Boyolali.

Hal itu untuk meningkatkan sinergi kerjasama antara pemprov DKI  khususnya cluster pangan, dengan daerah-daerah di Jawa Tengah. Sehingga suplai komoditas ke DKI Jakarta bisa lebih terjaga dan harga yang lebih terjangkau, khususnya masyarakat yang ada di DKI Jakarta.

Khusus cabai, sandiaga menyebutkan, kebutuhan perhari di DKI Jakarta mencapai 120 ton. “Jadi orang Jakarta ini senang makan pedes-pedes. Orang Jakarta kalau cabenya kurang langsung ngambek,” tukasnya.

Sandi memilih Magelang untuk suplai cabai karena dinilai memiliki tata niaga yang baik. “Selama ini pasokan ke Jakarta sudah terjamin aman. Saya sangat apresiasi sekali,  teman-teman disini aktif mengelola dan sangat komunikatif dengan kepala dinas di DKI  ataupun pedagang di pasar,” katanya.

Selain cabe, kedepan ia juga ingin suplai bawang putih yang saat ini sedang di ujicoba di Kaliangkrik Kabupaten Magelang.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Giri Makmur Kecamatan Secang Gufron mengatakan, lahan cabai rawit merah di wilayahnya mencapai 35-40 hektar. Ia membenarkan, sudah sejak satu tahun terakhir ini, distribusi cabai rawit merah terbesar ke pasar induk Jakarta.

“Namun tetap tergantung harga juga, kalau di lokal Magelang sudah tinggi, maka dijual di Magelang. Namun bila harga stabil, cabai banyak disitribusikan ke Jakarta dan daerah Jateng lain serta Yogyakarta. Saat ini, harga cabe rawit di pasaran masih stabil sebesar Rp 15 rb/kilogram,” ujarnya.

Dia menambahkan, setiap kali panen bisa mencapai 3-4 ton. Sedangkan panen bisa dilakukan hingga 20 kali. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.