Pastikan Akurasi Waktu, Jam Masjid Dicek Ulang

Masjid Kauman sejak ratusan tahun jadi standar waktu azan bagi masjid-masjid dan musala sekitarnya.

SEMARANGRamadan 1440 Hijriyah segera tiba. Umat Muslim seluruh penjuru daerah mulai mempersiapkan segala hal untuk melancarkan waktu ibadah puasanya. Tak terkecuali di Semarang.

Sejumlah petugas dari UIN Walisongo saat mengecek ulang ketepatan jarum jam yang ada di Masjid Kauman, Rabu (1/5/2019). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Bertempat di Masjid Agung Kauman, sejumlah takmir bersama Tim Hisab Rukiyat UIN Walisongo pada Rabu (1/5/2019), mengecek ulang keakuratan jam dinding yang terpasang di dalam masjid.

Muhaimin, takmir Masjid Agung Kauman Semarang mengaku pengecekan ulang ini perlu dilakukan mengingat masjidnya selama ini menjadi tolok ukur bagi semua masjid dan musala dalam menentukan salat lima waktu terutama saat bulan puasa tiba.

“Karena Masjid Kauman sejak ratusan tahun jadi standar waktu azan bagi masjid-masjid dan musala sekitarnya, maka kalau keakuratan waktunya tidak benar kan bisa menimbulkan masalah. Jadinya, kegiatan kalibrasi ini sangat penting untuk meningkatkan ketepatan waktu ibadah salat lima waktu bagi umat Muslim sekitar Kauman,” ujarnya kepada metrojateng.com.

Ia mengatakan menjelang bulan Ramadan memang menjadi momentum yang penting untuk mengukur patokan waktu azan. Sehingga ibadah berbuka puasa dan sahur yang dijalankan oleh umat Muslim dapat terjaga dengan baik.

Di Masjid Kauman, Ahmad Izudin, Kaprodi Magister Ilmu Hisab dan Falak UIN Walisongo, mendapati ada dua jam yang tidak akurat. Satunya jam dinding yang terpasang di dalam ruangan muazin terdapat selisih pada detiknya. Dan sebuah jam tua juga terdapat selisih tiga menit.

“Oleh karenanya, kita cek tingkat keakuratannya memakai aplikasi dari BMKG. Ini jadi upaya supaya ibadah kita menjadi lancar dan tepat waktu,” terangnya.

Pihaknya mengungkapkan telah membagi sembilan timnya untuk disebar ke sejumlah masjid dan musala yang ada di Semarang.

Sejak dua hari lalu hingga saat ini, katanya sudah ada lebih dari 60 masjid dan musala yang dicek ulang. Rata-rata pada setiap masjid, ia menemukan banyak jam dinding yang keakuratannya meleset jauh. Salah satunya, ada sebuah masjid memasang empat jam dinding dengan ketepatan waktu yang berbeda-beda.

“Setiap kami cek ulang, selisih waktu antara satu jam dengan jam lainnya itu kisarannya lima menit. Nah ini kan harus dicermati. Ternyata banyak warga yang sangat jarang mengurus jam pada masjid atau musalanya. Kasihan nanti warga yang sudah susah payah puasa ternyata ibadahnya sia-sia karena waktu azannya tidak akurat,” cetusnya.

Ehsan Hidayat, Ketua Tim Hisab Rukiyat UIN Walisongo menargetkan proses kalibrasi akan dilakukan sampai sampai awal Ramadan. Kini ia masih menunggu konfirmasi pengurus masjid lainnya untuk dicek ulang.

“Permintaan kalibrasi tahun ini banyak banget. Sebab, banyak laporan kalau waktu azannya ada yang terlalu cepat dan ada pula yang telat azan,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.