Pasien RS Kustati Kecewa Layanan BPJS Dihentikan

RS Kustati terpaksa menghentikan pelayanan bagi pasien menggunakan kartu JKN-KIS dari BPJS per 1 Januari 2019 karena masalah akreditasi

SOLO – Penghentian layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Islam Kustati Solo membuat pasien kecewa. Mereka kecele saat hendak berobat di rumah sakit tersebut.

Calon pasien membaca pengumuman penghentian layanan BPJS Kesehatan di RS Kustati. Foto: metrojateng.com

Calon pasien Rumah Sakit Kustasi Solo Kanto (52) warga Sriwedari, Laweyan mengaku kecewa dengan dihentikannya layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut. Kanto merupakan pasien rawat jalan yang secara rutin memeriksakan patah tulang pinggul, selepas melakukan operasi.

“Ini tadi saya waktu mau kontrol daftar pakai BPJS ternyata tidak bisa jadi saya terpaksa harus pakai layanan umum. Waktu operasi dulu pakai BPJS, kontrol ini juga rencananya menggunakan BPJS, tapi ternyata layanannya sedang dihentikan,” katanya saat ditemui di RS Kustati, Kamis (3/1/2019).

Ia bersama istrinya, Wiwit baru mengetahui penghentian layanan BPJS Kesehatan setelah tiba di rumah sakit. Kemudian Kanto memilih untuk dirujuk ke rumah sakit lain yang menerima layanan BPJS.

Ia memaklumi alasan penghentian layanan BPJS Kesehatan karena akreditasi rumah sakit. Dirinya berharap layanan BPJS di RS Kustati dapat segera diaktifkan kembali. Sehingga pasien yang sudah dirujuk tidak perlu kecele lantaran harus dirujuk ke rumah sakit lain karena tak ada fasilitas BPJS.

”Ya semoga bisa segera aktif lagi, apalagi penanganan orang sakit kan harus cepat,” ujarnya.

Kekecewaan juga diungkapkan oleh Supardi warga Kepatihan, Solo. Dia mengantar putrinya Sylvia yang berusia 7 tahun hendak kontrol karena menderita sakit patah pergelangan tangan akibat terjatuh pada pertengahan tahun 2018 lalu.

Setalah mengetahui informasi tersebut, ia memilih untuk mengeluarkan uang guna mambayar biaya perawatan anaknya. Supardi rela merogoh kocek sebesar Rp 150 ribu untuk menebus obat dan kontrol perkembangan tangan anaknya.

“Kaget juga tadi loh kok layanan BPJS dihentikan, tapi daripada anak gak diobati kan kasihan jadi saya tetep memeriksakan anak, kalau dirujuk di rumah sakit lain saya khawatir penanganannya kan jadi beda,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, Rumah Sakit Umum Islam Kustati Solo untuk sementara terpaksa menghentikan pelayanan bagi pasien menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) per 1 Januari 2019 sampai waktu yang belum ditentukan.

Manajemen RSUI Kustati menerangkan penghentian layanan kerja sama dengan BPJS menyusul terbitnya surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tertanggal 31 Desember 2018 dengan nomor HK.03.01/Menkes/768/2018. Surat tersebut berisi perihal hasil mapping (pemetaan) Kemenkes atas rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan terdapat sebanyak 616 rumah sakit yang belum terakreditasi. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.