Pasca Juara Piala AFF, DPRD Kota Semarang Usul Pembangunan Stadion Bola

Dewan dan Pemkot Semarang harus saling bersinergi agar punya stadion yang memadai.

SEMARANG- Keberhasilan Ernando Ari Sutaryadi dan Kartika Vedayanto mengantarkan Indonesia menjuarai Piala AFF U-16, memunculkan semangat Kota Semarang untuk memiliki stadion sepak bola yang memadai. Saat ini Kota Lumpia belum memiliki stadion sendiri meskipun sebagai Ibu Kota Jawa Tengah.

Ernando Ari Sutaryadi dan Kartika Vedayanto berada di ruang tunggu Balai Kota Semarang, Senin (13/8/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Ernando dan Kartika menjadi pemain kunci Tim Nasional U-16 dalam Piala AFF U-16 pada final melawan Thailand. Keduanya merupakan pemain asli kelahiran dan bertempat tinggal di Kota Semarang.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, keberhasilan mereka membuktikan Kota Semarang merupakan gudangnya pemain. Jika olahraga khususnya sepakbola di kota ini digarap secara maksimal, maka banyak pemain dari Semarang yang akan dibutuhkan oleh bangsa ini.

“Seperti dua orang ini, pemain kelahiran dan asli Kota Semarang yang mampu membuktikan bisa membawa nama baik bangsa ini di Piala AFF U-16,” katanya saat menerima kedatangan Ernando dan Kartika di kantor DPRD Kota Semarang, Jalan Pemuda, Senin (13/8/2018).

Kunci kemenangan Indonesia di final Piala AFF U-16 terletak pada Ernando yang mampu menangkis tendangan penalti pemain Thailand. Keberhasilan keduanya menunjukkan Kota Semarang punya bibit-bibit potensial di bidang sepakbola untuk bangsa ini.

Momen ini, kata Supriyadi, harus dijadikan semangat bagi Kota Semarang untuk memiliki stadion sepak bola sendiri yang memadai. Artinya, sebuah stadion yang layak untuk menggelar pertandingan berskala nasional yang saat ini belum dimiliki.

“Dewan dan Pemkot Semarang harus saling bersinergi agar punya stadion yang memadai. Tentu akan jadi kebanggaan jika memiliki stadion yang memadai,” ujarnya yang juga Ketua Askot PSSI Kota Semarang.

Dia menegaskan, Stadion Citarum yang saat ini dipunyai Semarang tidak layak digunakan. Hal ini jadi pekerjaan rumah bagi dewan dan pemkot agar tahun depan menganggarkan dana pembangunan stadion yang berstandar nasional. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.