Pasar Imlek Semawis 2019 Digelar Mulai 1 Februari

Gandeng Mahasiswa Unnes

Untuk mengawali PIS 2019, para penyelenggara maupun pengisi acara berkumpul di Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang untuk memanjatkan doa

SEMARANG – Gelaran Pasar Imlek Samawis (PIS) 2019 akan dilaksanakan di kawasan Pecinan Kota Semarang pada 1 hingga 3 Februari 2019. PIS 2019 bertema “Waras (Warga Rukun Agawe Sentosa)” ini merupakan event tahunan yang kelima belas.

Prosesi Ketuk Pintu untuk mengawali Pasar Imlek Semawis 2019 di Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Kota Semarang, Minggu (27/1/2019). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim menjelaskan, tema dalam Imlek tahun ini bermakna untuk mengajak semua masyarakat untuk rukun, bersatu sehingga bisa bahagia dan kesejahteraan.

Untuk mengawali PIS 2019, para penyelenggara maupun pengisi acara berkumpul di Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang untuk memanjatkan doa agar semua yang terlibat senantiasa diberi keselamatan hingga akhir acara. Doa dipanjatkan dengan cara Islam dan Konghucu sebagai simbol kebersamaan.

“Doa kami panjatkan agar acara lancar, pedagang untung, pengunjung senang selama pelaksanaan PIS 2019,” katanya, Minggu (27/1/2019).

Di PIS 2019 tahun ini, Harjanto mengatakan lebih banyak melibatkan anak muda, terutama mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk membantu melancarkan acara. Selain itu, kegiatan seperti talkshow bertemakan anak muda juga digelar untuk membangkitkan kecintaan anak muda kepada budaya bangsa.

Dia menambahkan, dalam PIS 2019 pihaknya tetap melakukan jamuan Tuk Panjang, yaitu jamuan dari komunitas Tionghoa untuk orang luar. Dalam jamuan ini disediakan 400 undangan yang akan makan bersama di meja panjang di kawasan Pecinan Semarang.

“Tuk Panjang kali ini kami akan menampilkan kuliner dari peranakan Malaysia dan Singapura serta mengenalkan Sup Lobak. Kami harap undangan akan menyukainya,” harapnya.

Harjanto mengatakan jamuan Tuk Panjang ini sebagai simbol kerukunan karena menampilkan suasana kekeluargaan dari warga Tionghoa dan warga dari luar yang dijamu. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.