Partisipasi Pemilih di Semarang 72,80 Persen, Tertinggi Sejak 2008

SEMARANG – Tingkat partisipasi pemilih menggunakan hak suaranya pada pemilu gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah 2018 di Kota Semarang mencapai 72,80 persen. Masyarakat yang menyampaikan suaranya tercatat sebanyak 811.505.

Proses rekapitulasi hasil perolehan suara pilgub Jateng 2018 oleh KPU Kota Semarang di balai kota, Kamis (5/7). Foto: masrukhin abduh

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Henry Wahyono mengatakan, jumlah tersebut dari jumlah total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1.114.643. Jumlah pemilih yang memberikan suaranya itu terdiri dari suara sah 786.656 dan tidak sah 24.849.

Dari jumlah tersebut, disebutkan suara yang diperoleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu, Ganjar Pranowo – Taj Yasin sebanyak 557.289. Sedangkan pasangan nomer urut dua Sudirman Said – Ida Fauziah hanya 229.367.

‘’Hasilnya, untuk partisipasi masyarakat dalam pilkada kali ini memecahkan rekor partisipasi pemilih terbanyak yang selama ini kami dapatkan yakni 72,80 persen,’’ kata Henry Wahyono, saat menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pilgub Jateng 2018 tingkat Kota Semarang di Gedung Moch Ihsan Balai Kota, Kamis (5/7).

Disebutkan, partisipasi pemilih di pilgub 2018 memecahkan rekor karena lebih tinggi daripada pilkada-pilkada sebelumnya. Pada pilgub 2008 partisipasi pemilih hanya 62 persen, pilgub 2013 hanya 61 persen, dan pilwakot 2015 hanya 65,43 persen.

Sementara faktor yang membuat partisipasi cukup tinggi tersebut, diperkirakan karena semangat masyarakat yang ingin memberikan suaranya kepada pasangan calon yang ingin dipilih. Tercermin dari permintaan formulir A5 yang saat itu bisa 200 orang sehari.

‘’Kemudian sosialisasi secara masif yang kami lakukan, baik melalui radio, kecamatan, kelurahan, dan lembaga-lembaga lain yang menggelar acara dengan mendatangkan kami sebagai pembicara,’’ terangnya.

Ditambahkan, sesuai peraturan KPU dan Perundang-Undangan, pihaknya juga memasang alat peraga kampanye baik spanduk, baliho, maupun umbul-umbul yang cukup banyak dilihat publik. Sehingga masyarakat tertarik datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Serta adanya gerakan rekam e-KTP yang dilakukan KPU dengan Dispendukcapil hasilnya ternyata sangat baik. Dalam 10 hari bisa merekam hingga 5.900 pemilih.

‘’Menurut saya, juga karena para pemilih ini melakukan persiapan untuk pemilu 2019. Jadi pemilu ini barangkali latihan pemanasan dan sekaligus untuk mempersiapkan diri untuk pemilu 2019,’’ imbuhnya.

Sementara itu, rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pilgub Jateng 2018 tingkat Kota Semarang ini, juga dihadiri seluruh saksi masing-masing pasangan calon, Pemkot, Panwaslu, seluruh PPK, Kapolrestabes, Dandim, dan Camat.

Setelah rapat pleno rekapitulasi, KPU Kota Semarang akan langsung menyerahkan kotak suara dan hasil rekap ke KPU Provinsi Jateng untuk nanti direkap kembali perolehan suara tingkat provinsi. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

1 + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.